Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Paripurna yang digelar oleh DPRD Kota Depok dengan dihadiri Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama jajaran pemangku kepentingan daerah.
Dalam sambutannya, Supian Suri menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh elemen yang telah membangun fondasi kemajuan kota selama hampir tiga dekade. Ia menegaskan, capaian Depok saat ini merupakan hasil kerja kolektif lintas generasi, mulai dari para pemimpin terdahulu hingga kolaborasi aktif antara legislatif, eksekutif, dan unsur Forkopimda.
“Depok hari ini adalah buah dari kebersamaan. Perjalanan 27 tahun ini tidak lepas dari dedikasi para pendahulu dan sinergi seluruh stakeholder yang terus menjaga arah pembangunan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa semangat kebersamaan harus terus menjadi landasan utama dalam menjawab tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Pemerintah Kota, kata dia, berkomitmen menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Depok menyoroti persoalan kemacetan yang masih menjadi keluhan utama warga, khususnya di akses keluar-masuk jalan tol. Fenomena yang dikenal masyarakat sebagai “Sawangan Kubro” menjadi simbol urgensi pembenahan konektivitas wilayah.
“Infrastruktur adalah kebutuhan mendesak. Kita sudah dikelilingi jalan tol, tetapi aksesnya masih menjadi titik kemacetan. Ini tantangan nyata yang harus segera dituntaskan,” tegasnya.
Selain itu, isu pengelolaan sampah turut menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Depok tengah memperkuat kolaborasi lintas daerah, termasuk dengan Pemerintah Kota Bogor, untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam mendorong solusi berkelanjutan terhadap krisis sampah perkotaan. Dalam skema kerja sama tersebut, sekitar 750 ton sampah per hari akan dialihkan ke fasilitas pengolahan di Bogor, sementara sisa volume lainnya masih dalam tahap pencarian solusi optimal.
“Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar persoalan sampah ini dapat ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga memperluas fokus pembangunan pada sektor sosial, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Buddha Tzu Chi Foundation, turut mempercepat realisasi program-program tersebut.
Menutup pernyataannya, Supian Suri menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan bermuara pada satu tujuan utama: meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Kota Depok.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, kami optimistis berbagai program strategis dapat berjalan maksimal demi mewujudkan Depok yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
(NW)