Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cimpaeun, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu (22/3/2026) pagi. Sejak matahari terbit, kawasan pemakaman ini diserbu ratusan peziarah yang datang silih berganti untuk mendoakan keluarga tercinta di momen Hari Raya Idul Fitri.
Arus pengunjung terlihat mengular dari pintu masuk hingga ke area dalam pemakaman.
Banyak di antara mereka datang bersama keluarga, membawa bunga tabur dan air doa, melanjutkan tradisi ziarah kubur yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Ziarah bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari refleksi dan penghormatan kepada mereka yang telah tiada. Momen Lebaran pun menjadi waktu yang dianggap paling tepat untuk mempererat ikatan batin tersebut.
Di balik ramainya peziarah, geliat ekonomi warga sekitar turut terasa. Pedagang musiman memanfaatkan momentum ini dengan membuka lapak di sepanjang akses menuju TPU. Mereka menjajakan bunga tabur, air mineral, hingga aneka makanan ringan yang diburu pengunjung.
“Setiap Lebaran pasti ramai, ini sudah jadi momen yang ditunggu-tunggu. Pengunjung bisa meningkat drastis dibanding hari biasa,” ujar salah satu pedagang.
Bagi para peziarah, tradisi ini memiliki makna mendalam. Siti (45), misalnya, mengaku ziarah kubur sudah menjadi agenda wajib keluarganya setiap Lebaran.
“Kami selalu datang untuk mendoakan orang tua. Rasanya ada kedekatan yang tetap terjaga meski mereka sudah tiada,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Andi (32), yang tetap menyempatkan diri berziarah meski kondisi sangat ramai.
“Walaupun padat, kami tetap datang. Lebaran terasa belum lengkap kalau belum ziarah,” katanya.
Kendati dipadati pengunjung, suasana di TPU Cimpaeun tetap tertib dan kondusif. Warga pun diimbau untuk menjaga kebersihan serta menghormati sesama peziarah, agar kekhusyukan ibadah tetap terjaga di tengah lonjakan pengunjung yang terjadi setiap tahunnya.
(Fakih)
