Bagikan Berita/artikel ini
Cilangkap| centralberitarakyat.com , – Polemik terkait menu yang disajikan di SPPG Dapur Cilangkap akhirnya mendapat penjelasan resmi. Kepala Dapur SPPG Cilangkap, Nora, memberikan klarifikasi langsung pada Kamis (27/2) , didampingi Asisten Lapangan (Aslap), pengawas gizi, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan proses penyampaian berlangsung transparan dan kondusif.
Dalam keterangannya, Nora menegaskan bahwa menu yang dipersoalkan bukanlah es campur seperti yang beredar, melainkan soup buah yang telah melalui perhitungan kandungan gizi secara terukur.
“Menu roti dan soup buah merupakan bagian dari siklus menu yang sudah dirancang. Seluruh komposisinya dihitung berdasarkan kebutuhan kalori dan standar gizi penerima manfaat,” ujarnya.

Menu Disusun Berdasarkan Perhitungan Gizi
Tim pengawas gizi memaparkan bahwa setiap item dalam menu memiliki fungsi nutrisi yang jelas dan terukur:
Roti sebagai sumber karbohidrat untuk energi, dengan tambahan protein dan lemak dalam takaran yang telah disesuaikan.
Soup buah berisi potongan buah segar yang kaya vitamin, mineral, dan serat, sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan cairan.
Susu plain sebagai sumber protein hewani dan kalsium guna menunjang pertumbuhan.
Pihak dapur juga menjelaskan bahwa pada Senin (23/2), penerima manfaat telah mendapatkan susu plain sebanyak satu liter sesuai perencanaan menu hari tersebut. Mereka menekankan bahwa setiap hari memiliki komposisi berbeda dalam satu siklus menu yang telah dirancang menyeluruh, sehingga tidak bisa dibandingkan secara parsial antarhari.
Komitmen pada Standar dan Transparansi
Pengawas gizi memastikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga kecukupan cairan tetap menjadi acuan utama dalam penyusunan setiap menu harian.
SPPG Cilangkap menyatakan terbuka terhadap masukan masyarakat serta berkomitmen menjaga standar keamanan pangan dan kualitas pelayanan sesuai pedoman yang berlaku. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang berkembang sekaligus mempertegas komitmen pengelola dalam menghadirkan layanan gizi yang terukur dan bertanggung jawab.
(Fakih)