Bagikan Berita/artikel ini
Madiun | centralberitarakyat.com — Pengusutan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco (SUG) terus meluas. Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, salah satunya rumah pribadi Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, dr Yunus Mahatma, di Jalan Sumatra, Kota Madiun.
Yunus diketahui termasuk dalam pihak yang diamankan pada OTT tersebut. Dari kediamannya, penyidik KPK menyita berbagai barang bernilai tinggi, termasuk 25 unit sepeda mewah dengan beragam tipe mulai dari road bike, mountain bike, sepeda lipat, hingga mini balap.
Proses penyitaan berlangsung cukup lama. Satu per satu sepeda didata secara teliti sebelum diangkut keluar rumah. Pengamanan diperketat, dengan sejumlah petugas kepolisian berseragam tampak berjaga di sekitar lokasi. Sebuah truk milik Polres Madiun Kota terlihat penuh terisi tumpukan sepeda yang telah dibungkus dan disusun rapi.
Meskipun KPK belum merilis keterangan resmi, foto-foto yang beredar memperlihatkan bahwa seluruh sepeda tersebut masuk kategori premium. Beberapa di antaranya diduga merupakan kelas tertinggi di dunia persepedaan, seperti rangka road bike berbahan karbon, yang dikenal ringan dan berharga tinggi.
Tak hanya sepeda, aksesoris yang menempel pun bernilai fantastis. Di antara barang yang disita, tampak velg merek Zipp, yang di pasaran dibanderol Rp25 juta hingga Rp54 juta per unit. Ada pula sepeda dengan velg DT Swiss, salah satu produk premium dengan harga mencapai Rp35–39 juta per buah.
Penggeledahan dan penyitaan ini menjadi bagian dari pendalaman KPK atas dugaan aliran dana dan barang mewah terkait kasus OTT yang kini tengah menjadi pusat perhatian publik.
(NW)