Dishub Depok Dinilai Melenceng dari Semangat Astacita Prabowo–Gibran, Desakan Evaluasi Total Menggema!

Bagikan Berita/artikel ini

Depok |centralberitarakyat.com – Kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok kini dipertanyakan publik karena dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang digariskan dalam Astacita Prabowo–Gibran.

Program nasional yang menekankan pembangunan infrastruktur transportasi modern, efisiensi tata kelola, dan peningkatan pelayanan publik justru kontras dengan kondisi Dishub Depok yang sarat masalah.

Pengamat kebijakan publik Suryadi menilai, bahwa Dishub Depok gagal menerjemahkan semangat Astacita poin ke-4 dan ke-6 tentang penguatan infrastruktur konektivitas dan efisiensi birokrasi.

“Alih-alih memperkuat mobilitas perkotaan, kebijakan Dishub justru menunjukkan disorientasi kelembagaan. Ini menandakan lemahnya keselarasan visi daerah dengan strategi nasional”, tegas Suryadi, Rabu 15/10/2025.

Menurut Suryadi, Dishub Depok seharusnya menjadi ujung tombak implementasi visi transportasi modern yang inklusif dan berkeadilan. Namun, penataan jalur transportasi, regulasi angkutan, serta pengelolaan ruang jalan di Depok masih berorientasi sektoral dan tidak berbasis data.

“Kebijakan yang tidak berlandaskan ‘Evidence Based Planning’ hanya melahirkan solusi jangka pendek, bukan transformasi struktural”, tegasnya.

Sektor parkir menjadi bukti konkret lemahnya implementasi nilai efisiensi yang ditekankan dalam Astacita. Suryadi pun menyoroti perbedaan besar antara potensi dan realisasi pendapatan parkir yang belum dijelaskan secara publik.

“Padahal digitalisasi dan keterbukaan data retribusi adalah bagian penting dari reformasi birokrasi yang menjadi semangat pemerintahan Prabowo–Gibran”, terangnya.

Ia juga menyoroti buruknya pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sering padam tanpa penanganan cepat.

“PJU padam berhari-hari di wilayah padat adalah bukti lemahnya fungsi pelayanan dasar. Ini bertentangan dengan semangat Astacita untuk membangun kota yang aman dan manusiawi,” tutur Suryadi.

Ia menegaskan, bahwa Dishub harus mengubah paradigma pelayanan dari reaktif menjadi prediktif.

Lebih jauh, Suryadi menilai, bahwa stagnasi kepemimpinan dan ketiadaan evaluasi internal telah memperburuk situasi saat ini.

“Kinerja Dishub menunjukkan gejala ‘Bureaucratic Inertia’ yakni : mandek dalam prosedur, miskin inovasi, dan minim pengawasan. Padahal Astacita menuntut birokrasi yang gesit, profesional, dan berbasis hasil (Result Oriented Governance)”, jelasnya.

Untuk itu, Suryadi mendorong evaluasi struktural dan audit menyeluruh terhadap seluruh program Dishub Depok.

“Evaluasi tidak bisa sekadar administratif. Harus ada audit kinerja, rotasi pejabat berbasis kompetensi teknokratis, serta digitalisasi layanan publik. Tanpa itu, Dishub akan tetap menjadi beban sistemik”, tandasnya.

“Dishub Depok telah gagal mewujudkan semangat Astacita Prabowo–Gibran tentang efisiensi, transparansi, dan pelayanan publik modern. Jika tidak segera direformasi, Dishub bukan hanya kehilangan legitimasi publik, tetapi juga menjadi simbol kegagalan Pemkot Depok dalam mengaktualisasikan arah pembangunan nasional”, pungkasnya.

(NW)

Related Posts

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Besar Perumahan Indonesia

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniJAKARTA| centralberitarakyat.com   – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, menilai forum internasional World Urban Forum (WUF13) di Baku, Azerbaijan, menjadi momentum penting untuk membenahi arah…

Baca selengkapnya

Opini: Menanti Kejaksaan Agung Membongkar Borok Transaksional KDMP

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniBogor| centralberitarakyat.com  – Mekanisme pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini berada di titik nadir kepercayaan publik. Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi akar rumput, KDMP disinyalir kuat menjadi…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 29 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 74 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 178 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak

  • By Nawawi
  • Maret 22, 2026
  • 81 views
Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak

Kebersamaan Keluarga Ahmad Syafei Sambut Bulan Ramadhan Lewat Tradisi Cucurak

  • By Nawawi
  • Februari 17, 2026
  • 168 views
Kebersamaan Keluarga Ahmad Syafei Sambut Bulan Ramadhan Lewat Tradisi Cucurak

Pemkab Bogor Pastikan Dana Pembayaran Kontraktor Aman, Target Cair Sebelum Ramadan

  • By Nawawi
  • Januari 29, 2026
  • 192 views
Pemkab Bogor Pastikan Dana Pembayaran Kontraktor Aman, Target Cair Sebelum Ramadan