Bagikan Berita/artikel ini
centralberitarakyat.com, Depok – Gelombang aksi demonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah daerah menuai keprihatinan dari praktisi hukum sekaligus dosen ilmu hukum, Andi Tatang Supriyadi. Ia menilai, jatuhnya banyak korban dari kalangan masyarakat, aparatur pemerintah, hingga kepolisian harus menjadi alarm serius agar kekerasan segera dihentikan.
“Sudah waktunya tindakan pengrusakan maupun penyerangan dihentikan, agar tidak ada lagi korban. Demonstrasi sah dan dilindungi undang-undang, tapi seharusnya dilakukan tertib, tanpa bentrokan berdarah maupun perusakan fasilitas umum,” tegas Tatang, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, kerusakan fasilitas publik seperti gedung pemerintahan, kantor polisi, halte bus, hingga sarana transportasi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat luas. “Memulihkan kondisi tentu butuh waktu dan biaya besar. Dan yang paling dirugikan tetap rakyat,” ujarnya.
Tatang juga menyampaikan duka mendalam atas korban yang meninggal maupun luka-luka. Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang ia terima, sedikitnya 43 personel polisi menjadi korban aksi anarkis, beberapa di antaranya mengalami cedera parah hingga harus menjalani operasi besar.
“Jangan lupa, mereka punya keluarga yang pasti terpukul dengan kondisi ini,” tambahnya.
Tatang menegaskan, polisi bukanlah musuh masyarakat. Ia mencontohkan insiden tragis tewasnya seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan taktis barakuda. Menurutnya, peristiwa tersebut murni di luar prediksi dan kini sedang diproses hukum. “Kapolri bahkan Presiden langsung melayat ke rumah duka, sebagai bentuk bela sungkawa dan tanggung jawab moral,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif. “Demo silakan, tapi jangan anarkis. Saya yakin aparat tidak akan bertindak represif jika situasi aman terkendali,” ujarnya.
Tatang juga mengingatkan bahwa stabilitas keamanan berkaitan langsung dengan sektor lain, mulai dari perekonomian hingga pariwisata. “Kalau situasi terus memanas, bangsa ini bisa makin terpuruk. Mari kita bangkit bersama-sama dengan menjaga keamanan,” pungkasnya.
(NW)