Proyek Drainase di Perumahan Mutiara Cilangkap Dipertanyakan, Warga Soroti Minimnya Pengawasan

Bagikan Berita/artikel ini

centralberitarakyat.com, Depok – Proyek pembangunan saluran drainase di Jalan Banjaran Pucung, RT 6/RW 16, Perumahan Mutiara, Kelurahan Cilangkap, Kota Depok, menuai sorotan publik. Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Karanggan Teknik Perkasa dengan anggaran Rp152.200.500 dari APBD Kota Depok tahun 2025 itu, diduga berjalan tanpa pengawasan memadai.

Proyek ini dirancang dengan pendampingan konsultan perencana dari PT Heksaga Adhara Mandiri. Namun di lapangan, fakta yang ditemukan justru menunjukkan indikasi lemahnya fungsi pengawasan oleh pihak pelaksana maupun konsultan teknis.

Saat tim investigasi melakukan peninjauan langsung ke lokasi, tidak ditemukan kehadiran mandor atau perwakilan dari konsultan pengawas. Salah satu pekerja proyek yang ditemui bahkan mengaku tidak mengetahui siapa mandor maupun konsultan yang bertanggung jawab.

> “Mandor saya nggak tahu pak, konsultan juga nggak tahu. Saya cuma kerja saja,” ucap pekerja tersebut kepada wartawan.

Ironisnya, pemasangan U-Ditch—komponen penting dalam sistem saluran drainase—terlihat dilakukan tanpa landasan pasir yang seharusnya menjadi bagian standar dalam pelaksanaan teknis. Bahkan, beberapa bagian dipasang di atas genangan air, yang dapat berisiko pada kekuatan dan daya tahan konstruksi jangka panjang.

Minimnya pengawasan di lapangan menimbulkan kekhawatiran akan kualitas hasil proyek dan pemborosan anggaran. Seorang warga setempat berinisial R mengaku kecewa terhadap kualitas pekerjaan yang dinilainya tidak sesuai spesifikasi.

> “Kami berharap Dinas PUPR segera turun tangan. Ini menggunakan uang rakyat, jadi harus dikerjakan dengan benar,” ujarnya kepada media, Kamis (24/7/2025).

Warga pun berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek drainase tersebut. Apalagi, keberadaan saluran air yang efektif sangat krusial dalam mencegah banjir di kawasan permukiman padat seperti Perumahan Mutiara.

Kini mencuat temuan mengejutkan, proyek tersebut diduga melibatkan pekerja anak di bawah umur.

Dalam penelusuran tim investigasi di lapangan, seorang remaja yang ikut bekerja di proyek drainase tersebut mengaku belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saat dimintai keterangan, anak tersebut dengan polos mengatakan bahwa KTP-nya “masih dalam proses”.

> “Saya belum punya KTP, masih diurus,” ucapnya singkat kepada tim investigasi.

Fakta ini menambah daftar kejanggalan dalam proyek yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok senilai lebih dari Rp152 juta. Sebelumnya, proyek ini juga menuai kritik lantaran minimnya pengawasan dari pihak pelaksana dan konsultan teknis.

Praktik penggunaan tenaga kerja anak jelas melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, yang menyatakan bahwa anak di bawah usia 18 tahun dilarang dipekerjakan dalam pekerjaan berat atau berisiko. Apalagi jika pekerjaan tersebut berhubungan dengan proyek infrastruktur yang rawan kecelakaan kerja.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok terkait pelaksanaan proyek ini maupun langkah tindak lanjut atas keluhan warga.

(Fakih)

Related Posts

Diserang Tawon Vespa Saat Bersihkan Tandon, Masinis Asal Cilacap Meninggal Dunia

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniCilacap, Jawa Tengah| centralberitarakyat.com  – Niat memperbaiki dan membersihkan tandon air di atap rumah berujung tragedi bagi Slamet Arifianto (53), warga Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.…

Baca selengkapnya

PDAM Tirta Asasta Depok Gratiskan Pasang Air hingga Maret 2026, Bidik 6.000 Sambungan

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDepok| centralberitarakyat.com  – Kabar gembira bagi warga Kota Depok. PDAM Tirta Asasta Depok kembali meluncurkan program pemasangan jaringan air minum gratis yang berlaku mulai 1 Januari hingga 31…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 28 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 74 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 178 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak

  • By Nawawi
  • Maret 22, 2026
  • 81 views
Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak

Kebersamaan Keluarga Ahmad Syafei Sambut Bulan Ramadhan Lewat Tradisi Cucurak

  • By Nawawi
  • Februari 17, 2026
  • 168 views
Kebersamaan Keluarga Ahmad Syafei Sambut Bulan Ramadhan Lewat Tradisi Cucurak

Pemkab Bogor Pastikan Dana Pembayaran Kontraktor Aman, Target Cair Sebelum Ramadan

  • By Nawawi
  • Januari 29, 2026
  • 192 views
Pemkab Bogor Pastikan Dana Pembayaran Kontraktor Aman, Target Cair Sebelum Ramadan