Bagikan Berita/artikel ini
JAKARTA| centralberitarakyat.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada jajaran TNI dan Polri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2/2026). Arahan tersebut dirangkum dalam 18 catatan penting yang kini menjadi pedoman utama bagi aparat keamanan sekaligus acuan arah kerja pemerintahan ke depan.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, belasan catatan Presiden itu mencakup berbagai isu krusial, mulai dari kepentingan kebangsaan, penguatan tugas pokok dan fungsi Polri, hingga dukungan terhadap agenda strategis pemerintah.
“Dalam Rapim TNI-Polri, Bapak Presiden menyampaikan 18 catatan penting. Isinya menyangkut persoalan negara, tugas pokok Polri, serta kebijakan dan rencana kerja pemerintah yang harus dikawal bersama,” ujar Kapolri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut Listyo Sigit, Presiden Prabowo secara khusus menekankan pentingnya soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri sebagai fondasi utama menjaga stabilitas nasional. Kekompakan dua institusi ini dinilai menjadi kunci agar seluruh program strategis pemerintah dapat berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.
“Presiden menegaskan agar TNI dan Polri terus menjaga kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, serta hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman,” katanya.
Dalam arahannya, Presiden juga menyoroti kompleksitas tantangan nasional yang kian meningkat, baik akibat dinamika global maupun perkembangan sosial dan ekonomi di dalam negeri. Kondisi tersebut menuntut aparat keamanan untuk bersikap lebih adaptif, responsif, dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Arahan Presiden, lanjut Kapolri, menjadi panduan penting bagi Polri dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan dukungan penuh terhadap kebijakan dan program prioritas pemerintah.
Rapim TNI-Polri sendiri merupakan forum strategis tahunan yang bertujuan menyatukan persepsi dan langkah antara TNI dan Polri, serta memperkuat koordinasi lintas institusi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional.
Kapolri menegaskan, seluruh catatan dan arahan Presiden Prabowo tidak akan berhenti pada tataran wacana. Polri berkomitmen menindaklanjutinya secara konkret hingga ke jajaran kewilayahan.
“Arahan Presiden akan kami jabarkan dalam langkah-langkah operasional yang nyata, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Dengan 18 catatan strategis tersebut, Rapim TNI-Polri 2026 diharapkan menjadi tonggak penguatan peran aparat keamanan sebagai penjaga stabilitas nasional sekaligus mitra utama pemerintah dalam mewujudkan agenda pembangunan dan kepentingan negara.
(Fakih)