Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Akses ke website Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 mengalami gangguan total sepanjang Minggu (31/5/2026). Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan orang tua calon peserta didik yang tengah memantau proses pemetaan dan persiapan pendaftaran sekolah negeri.
Sejak pagi hari, laman resmi SPMB Jabar tidak dapat diakses. Akibatnya, ribuan calon siswa dan orang tua kesulitan memperoleh informasi terkait tahapan penerimaan murid baru yang saat ini menjadi perhatian utama menjelang tahun ajaran baru.
Melalui pengumuman resmi yang disampaikan lewat media sosial, Dinas Pendidikan Jawa Barat menjelaskan bahwa penghentian layanan dilakukan untuk keperluan pemeliharaan serta peningkatan kapasitas sistem. Proses pembaruan tersebut berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Pihak Disdik Jabar menyatakan bahwa layanan akan kembali dibuka setelah proses peningkatan sistem selesai dan informasi terbaru mengenai Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) akan segera diumumkan kepada masyarakat.
Kekhawatiran Publik Kembali Muncul
Meski telah diberikan penjelasan resmi, gangguan yang terjadi justru memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah orang tua menilai permasalahan teknis pada sistem penerimaan siswa baru kerap berulang hampir setiap tahun, terutama pada momen-momen penting yang berkaitan dengan proses pendaftaran.
Rina, salah seorang orang tua calon siswa SMA di Kota Depok, mengaku kecewa karena gangguan tersebut terjadi saat masyarakat sedang membutuhkan akses informasi secara intensif.
“SPMB berbasis online sudah diterapkan selama beberapa tahun. Namun setiap kali memasuki tahapan penting selalu muncul kendala teknis. Wajar jika masyarakat mempertanyakan kesiapan sistem dan meminta adanya transparansi yang lebih terbuka,” ujarnya.
Keresahan serupa juga ramai diperbincangkan di berbagai grup komunikasi orang tua siswa. Banyak pihak berharap pemerintah daerah dapat memastikan seluruh proses penerimaan berjalan secara adil, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi yang merugikan peserta didik.
Desakan Audit dan Pengawasan Ketat
SPMB 2026 menjadi perhatian publik karena tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkenalkan tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) sebagai bagian dari proses pra-pendaftaran sebelum seleksi utama berlangsung.
Dengan adanya inovasi tersebut, masyarakat berharap sistem digital yang digunakan memiliki tingkat keamanan tinggi dan mampu mengakomodasi lonjakan akses pengguna tanpa hambatan berarti.
Sejumlah orang tua mendesak Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem teknologi informasi yang digunakan. Selain itu, mereka meminta adanya mekanisme pengawasan yang lebih ketat guna memastikan seluruh proses penerimaan berlangsung secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemeliharaan sistem tentu diperlukan. Namun masyarakat juga berhak mendapatkan jaminan bahwa proses penerimaan siswa baru berlangsung bersih, transparan, dan tidak membuka peluang bagi praktik-praktik yang merugikan peserta didik,” ujar salah seorang wali murid.
Hingga Minggu malam, masyarakat masih menunggu kepastian dari Dinas Pendidikan Jawa Barat mengenai normalisasi layanan serta jadwal lanjutan tahapan SPMB 2026. Publik berharap gangguan yang terjadi tidak berdampak pada hak calon peserta didik dalam memperoleh akses pendidikan yang adil dan setara.
(Red)