Darurat Kemanusiaan di Balik Kemegahan Proyek Bogor: Rezim Rudy-Ade Dikritik Lebih Pilih Pencitraan Dibanding Nyawa Anak Bangsa

Bagikan Berita/artikel ini

BOGOR| centalberitarakyat.com – Kepemimpinan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi di Kabupaten Bogor kini berada di bawah sorotan tajam skala nasional. Di tengah ambisi pembangunan fisik yang masif, Kabupaten Bogor justru mencatatkan rapor merah yang memalukan: menduduki predikat angka kemiskinan dan kasus stunting tertinggi di Indonesia. Jumat (20/3/2026).

Ironi ini memicu gelombang kritik keras dari berbagai aktivis sosial dan pengamat kebijakan publik. Pemerintah daerah dituding sengaja menutup mata terhadap realitas sosial demi mengejar estetika pembangunan yang bersifat “kosmetik” dan sekadar pencitraan politik.

*Rekor Pahit: Juara Satu Stunting dan Kemiskinan*

Data terbaru menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor gagal memberikan jaminan gizi dan kesejahteraan dasar bagi warganya. Status sebagai wilayah dengan angka stunting nomor satu di Indonesia bukan sekadar statistik, melainkan bukti kegagalan sistemik rezim saat ini dalam mengelola skala prioritas.

“Sangat tidak logis jika sebuah kabupaten yang bertetangga langsung dengan ibu kota negara memiliki angka kemiskinan dan stunting tertinggi. Ini bukan masalah kekurangan dana, tapi masalah ke mana dana itu dibuang. Rezim Rudy-Ade lebih sibuk membangun monumen dan proyek fisik yang terlihat mentereng di kamera, sementara ribuan anak di pelosok Bogor kehilangan masa depan karena kurang gizi,” ujar” Rizwan riswanto ( ketua BPI KPNPA BOGOR)dan
Pengamat kebijakan publik.

*Absennya Transparansi dan Inklusivitas.*

Pemerintahan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi juga dinilai gagal dalam menjalankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pengelolaan anggaran dinilai tidak transparan dan jauh dari azas akuntabilitas. Keputusan-keputusan strategis lebih banyak diambil dalam “ruang gelap” tanpa melibatkan partisipasi publik yang inklusif.

Beberapa poin kritis yang disorot meliputi:

. *Alokasi Anggaran yang Timpang:
Porsi anggaran untuk pembangunan fisik yang spektakuler jauh melampaui anggaran intervensi kemiskinan dan kesehatan masyarakat.

*. Kebijakan Tidak Inklusif:*Kelompok rentan, masyarakat miskin, dan penyandang disabilitas dianggap hanya menjadi objek pelengkap dalam laporan, bukan subjek pembangunan.

*. Pencitraan vs Realitas:*Penggunaan media sosial dan kanal komunikasi publik yang masif digunakan untuk memoles citra pemimpin, sementara keluhan warga di akar rumput soal akses pangan dan kesehatan kerap diabaikan.

*Tuntutan Audit Nasional.*

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, muncul desakan agar pemerintah pusat segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap penggunaan APBD Kabupaten Bogor. Publik menuntut pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar janji manis di atas baliho.

“Bogor tidak butuh beton yang megah jika warganya kelaparan. Kami menuntut transparansi total dan perubahan haluan kebijakan yang lebih memanusiakan manusia,” tegas (Rizwan riswanto).

(NW)

Related Posts

Juknis SPMB Depok 2026 Baru Dipublikasikan Setelah Empat Bulan, Transparansi Pemkot Dipertanyakan

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDepok| centralberitarakyat.com  – Publikasi Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Depok Tahun Ajaran 2026/2027 memunculkan sorotan. Pasalnya, dokumen yang menjadi acuan utama proses penerimaan peserta…

Baca selengkapnya

Presiden Prabowo Hadiri Persemayaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kemhan

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniJakarta|  centralberitarakyat.com  – Suasana duka menyelimuti lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Senin (1/6/2026), saat jenazah mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, disemayamkan untuk penghormatan terakhir sebelum dimakamkan. Sejumlah tokoh nasional,…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 20 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 68 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 173 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak

  • By Nawawi
  • Maret 22, 2026
  • 80 views
Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak

Kebersamaan Keluarga Ahmad Syafei Sambut Bulan Ramadhan Lewat Tradisi Cucurak

  • By Nawawi
  • Februari 17, 2026
  • 164 views
Kebersamaan Keluarga Ahmad Syafei Sambut Bulan Ramadhan Lewat Tradisi Cucurak

Pemkab Bogor Pastikan Dana Pembayaran Kontraktor Aman, Target Cair Sebelum Ramadan

  • By Nawawi
  • Januari 29, 2026
  • 189 views
Pemkab Bogor Pastikan Dana Pembayaran Kontraktor Aman, Target Cair Sebelum Ramadan