Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Kecelakaan kembali terjadi di ruas Jalan Raya Jakarta–Bogor akibat lubang jalan yang tak kunjung diperbaiki secara permanen. Sabtu (21/2), seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah motornya oleng saat melintasi titik jalan rusak yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga yang menilai pemerintah provinsi gagal bergerak cepat meski keluhan sudah berulang kali disampaikan.
Sejumlah saksi mata menyebut lubang di lokasi itu bukan persoalan baru. Kerusakan disebut telah berlangsung lama tanpa penanganan menyeluruh.
“Ini bukan kejadian pertama. Sudah berkali-kali orang jatuh di lubang yang sama. Kalau pemerintah serius, seharusnya masalah ini sudah selesai sejak lama,” ujar seorang warga dengan nada geram.
Kritik warga kini secara langsung diarahkan kepada Gubernur Jawa Barat, yang sebelumnya dikenal aktif menyampaikan komitmen memperbaiki infrastruktur jalan saat masa kampanye.
Namun, bagi masyarakat, janji tersebut dinilai belum tercermin pada kondisi riil di lapangan, khususnya di jalur vital yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari.
“Kalau jalan provinsi saja masih dibiarkan rusak sampai makan korban, lalu di mana realisasi janji kampanye itu? Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan penonton janji politik,” tegas warga lainnya.
Warga menilai pola penanganan yang selama ini dilakukan cenderung reaktif baru bergerak setelah viral atau setelah ada korban.
Model kebijakan seperti ini dinilai menunjukkan lemahnya perencanaan infrastruktur serta minimnya pengawasan terhadap kondisi jalan provinsi di wilayah perkotaan padat seperti Depok.
Lebih jauh, masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah provinsi dalam memastikan keselamatan pengguna jalan. Menurut mereka, jika kecelakaan terus berulang di titik yang sama, maka persoalan tersebut bukan lagi sekadar kerusakan teknis, melainkan kegagalan tata kelola infrastruktur.
“Yang kami butuhkan bukan lagi tambal sulam atau janji inspeksi. Kami butuh perbaikan total dan jadwal kerja yang jelas. Kalau tidak, korban berikutnya tinggal menunggu waktu,” ujar seorang warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Bagi warga, insiden ini seharusnya menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan provinsi. Publik kini menunggu apakah pemerintah benar-benar hadir melindungi keselamatan masyarakat, atau justru kembali membiarkan jalan rusak menjadi ancaman yang terus memakan korban.
(NW)