Bagikan Berita/artikel ini
Bogor| centralberitarakyat.com – Proyek penataan kawasan pusat pemerintahan di Kabupaten Bogor dengan nilai kontrak mencapai Rp10,7 miliar menuai sorotan publik. Anggaran besar untuk mempercantik Lapangan Tegar Beriman dan sekitarnya dinilai perlu penjelasan terbuka terkait urgensi serta dampaknya bagi masyarakat luas.
Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek di lokasi, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor dan tercatat sebagai Belanja Modal Taman, mencakup Penataan Lapangan Tegar Beriman, Taman Areal Kantor Bupati, serta Taman Masjid Baitul Faizin di kawasan Cibinong.
Proyek dengan nomor kontrak 000.3.3/70/SP-PEN.LAP.TBC/2026 itu diteken pada 4 Februari 2026, dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender. Total nilai kontraknya mencapai Rp10.785.490.000.
Anggaran Besar, Prioritas Dipertanyakan
Nilai anggaran yang mendekati Rp11 miliar untuk penataan ruang terbuka hijau di pusat pemerintahan tersebut memantik diskusi di tengah masyarakat. Sejumlah kalangan mempertanyakan apakah proyek ini menjadi kebutuhan mendesak, mengingat masih adanya persoalan layanan dasar dan infrastruktur di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Ketua NGO KBB, Rizwan, secara terbuka meminta pemerintah daerah menjelaskan dasar perencanaan proyek tersebut. Ia menilai transparansi dan skala prioritas harus menjadi perhatian utama.”ucapnya. Jumat (13/2).
“Publik berhak mengetahui urgensi proyek ini. Apakah benar-benar kebutuhan prioritas atau sekadar memperindah kawasan elite pemerintahan. Jangan sampai pembangunan terkesan megah di pusat, tetapi kebutuhan masyarakat di tingkat bawah belum sepenuhnya terjawab,” ujarnya.
Rizwan juga menyoroti peran Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai koordinator administrasi dan pengendali kebijakan anggaran. Menurutnya, setiap proyek bernilai besar harus memiliki dasar perencanaan yang kuat, rasional, serta terbuka untuk diuji publik.
Antara Estetika Kota dan Dampak Nyata
Di tengah perbincangan publik, muncul pertanyaan yang kian menguat: apakah keindahan kawasan pemerintahan otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga?
Sebagian warga menilai penataan taman dan lapangan memang penting untuk wajah kota serta ruang publik. Namun, mereka berharap pembangunan tidak berhenti pada aspek estetika, melainkan juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti perbaikan jalan lingkungan, akses air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan.
Redaksi: Transparansi Bukan Sekadar Formalitas
Redaksi menilai, proyek bernilai miliaran rupiah tidak cukup hanya diumumkan melalui papan informasi di lokasi pekerjaan. Pemerintah daerah perlu menyampaikan secara rinci perencanaan, alasan penetapan prioritas, hingga indikator keberhasilan yang terukur.
Tanpa keterbukaan menyeluruh, proyek pembangunan berisiko memicu persepsi negatif dan menurunkan tingkat kepercayaan publik. Keindahan fisik kawasan pemerintahan semestinya berjalan beriringan dengan keberpihakan terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Redaksi membuka ruang hak jawab kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memberikan klarifikasi resmi, guna menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang, transparan, dan akuntabel.
(Fakih/Red)