Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Di balik gedung – gedung dan jalan tol yang terus tumbuh, Kota Depok menyimpan napas sejarah lebih dari 3 abad. Napas itu bernama Kaum Depok. Komunitas yang lahir dari keberagaman suku dan daerah di Nusantara, lalu hidup berdampingan, bertoleransi, dan bergotong royong.
Kisah panjang itu akan dihidupkan kembali. 27-28 Juni 2026, Festival Depok Heritage 2026 digelar sebagai peringatan 312 Tahun Kaum Depok. Bukan sekadar pesta, tapi ajakan pulang ke akar: mengenal dari mana Depok berasal.
“Festival ini momentum untuk mengenalkan kembali sejarah Kaum Depok sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Depok kepada masyarakat,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Budparekraf Disporyata Kota Depok, Startik Sartika, Jum’at (19/6/2026).
Keberagaman Sejak Dulu
Kaum Depok bukan nama satu suku. Mereka adalah cerminan Nusantara mini, Berasal dari berbagai latar belakang, lalu melebur jadi satu komunitas di tanah Depok Lama.
Dari keberagaman itulah lahir DNA Depok dengan nilai kebersamaan, toleransi, gotong royong, dan penghormatan pada perbedaan. Nilai yang sampai hari ini masih jadi karakter warga Depok. Festival ini ingin mengingatkan generasi muda, bahwa Kota Metropolitan kita dibangun di atas fondasi itu.
Pusat perayaan ada di kawasan bersejarah Depok Lama, mulai Jalan Pemuda hingga kawasan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC). 2 (dua) hari penuh, isinya edukatif ditambah menghibur.
Ini rangkaian acaranya :
1. Bazar UMKM dan Kuliner Lokal : 50 pelaku UMKM hadir dengan makanan khas, kerajinan tangan, sampai fesyen lokal. Belanja sambil dukung ekonomi warga.
2. Pameran Foto Heritage : Di Depok Historical Studio, pengunjung bisa “jalan waktu”. Lihat perjalanan Depok dari masa ke masa lewat foto-foto langka.
3. Festival Art Depok Lama : Seniman mural turun ke jalan. Mereka lukis dinding dengan karya yang terinspirasi sejarah dan kehidupan masyarakat Depok. Jadi ruang ekspresi sekaligus kelas sejarah terbuka.
4. Parade Budaya 312 Tahun : Sore hari, ratusan warga Kaum Depok jalan kaki dari Jalan Pemuda ke YLCC. Pakai busana tempo dulu. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, melihat bh langsung perjalanan sejarah Depok dari masa ke masa.
5. Depok Lama Tembang Kenangan : Malamnya, kawasan Depok Lama berubah jadi panggung nostalgia. Lagu-lagu pop 1970-1980-an mengalun, menghangatkan kebersamaan lintas generasi. Hari pertama ditutup Koplo Disko, paduan musik modern dengan semangat kebersamaan.
Perayaan berlanjut 28 Juni 2026 dengan agenda internal YLCC, Ibadah Perayaan 312 Tahun Jemaat Masehi Depok di GPIB Immanuel Depok.
Masyarakat umum tetap bisa menikmati pameran foto, bazar UMKM, dan menyaksikan proses akhir mural Festival Art Depok Lama.
Lebih dari festival budaya, acara ini pengingat. Depok berdiri di atas keberagaman. Dari Kaum Depok dulu sampai warga Depok sekarang, modal sosial kita cuma satu: toleransi, gotong royong, kebersamaan.
“Harapannya masyarakat tidak hanya datang untuk hiburan, tetapi juga semakin mengenal sejarah kotanya, menghargai warisan budaya, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Depok sebagai rumah bersama,” pungkas Startik.
Jadi, lanjutnya, tanggal 27-28 Juni nanti, luangkan waktu. Ajak keluarga jalan ke Depok Lama. Karena di tengah perubahan zaman, sejarah dan keberagaman tetap jadi identitas yang menyatukan kita semua.
(NW)