Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Upaya memastikan keamanan pangan selama bulan suci Ramadan terus diperketat. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mendampingi rombongan Komisi IX DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik ke Kota Depok dengan melakukan inspeksi langsung ke Pasar Depok Jaya, Rabu (11/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan peredaran obat dan makanan selama Ramadan. Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah perangkat daerah, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan wilayah Bogor serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihyatul Wafiroh menegaskan bahwa sidak ini dilakukan untuk memastikan makanan yang beredar di masyarakat selama Ramadan benar-benar aman dikonsumsi.
“Komisi IX sangat memberikan perhatian serius terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat, terutama selama Ramadan. Kami ingin memastikan makanan yang dijual di pasar sehat, aman, dan tidak tercemar bahan kimia berbahaya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nihyatul Wafiroh turut membeli sejumlah bahan makanan dan jajanan yang dijual pedagang, seperti kerupuk, tahu, otak-otak, bakso, tempe, hingga ikan teri. Berbagai sampel makanan tersebut kemudian langsung diuji menggunakan mobil laboratorium milik BPOM yang dibawa ke lokasi.
“Sampel makanan ini langsung kami uji di tempat melalui mobil laboratorium BPOM untuk memastikan tidak mengandung zat berbahaya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menyambut baik kunjungan Komisi IX DPR RI tersebut. Ia menyebut pengawasan pangan merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya di bulan Ramadan ketika aktivitas jual beli makanan meningkat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Depok sebelumnya juga telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke pasar bersama BPOM guna memastikan keamanan makanan yang beredar.
“Pemkot Depok secara rutin melakukan sidak pasar bersama BPOM untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman,” katanya.
Chandra menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk mencegah peredaran makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.
“Kami ingin memastikan masyarakat Depok terlindungi dari risiko makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan,” tutupnya.
(NW)