Bagikan Berita/artikel ini
Palembang| centralberitarakyat.com , – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menangani konflik agraria. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepastian investasi di wilayah Sumatera Selatan.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan strategis antara Polda Sumsel dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (24/2/2026). Agenda utama pertemuan meliputi percepatan sertifikasi dan penertiban administrasi aset negara sebagai langkah preventif terhadap potensi sengketa lahan.
Kapolda Sandi Nugroho menegaskan, “Kolaborasi antara Polri dan BPN menjadi kunci dalam mencegah konflik agraria. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menyelesaikan sengketa lahan secara cepat, adil, dan damai, sekaligus menjaga keamanan masyarakat dan memberikan kepastian bagi investor di Sumatera Selatan.”
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan BPN merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam menjaga stabilitas daerah.
“Bapak Kapolda menempatkan penanganan konflik agraria sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kepastian hukum lahan memberikan rasa tenang bagi pelaku usaha untuk berinvestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Sumsel, Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., menegaskan komitmen BPN untuk mendukung langkah kolaboratif tersebut melalui verifikasi dokumen dan validasi lapangan secara menyeluruh, guna mencegah tumpang tindih kepemilikan yang kerap menjadi akar konflik agraria.
Selain itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban pertanahan. Langkah-langkah preventif seperti patroli wilayah, penyuluhan hukum, dan mediasi sengketa diharapkan mampu meminimalisir gesekan sosial.
(Fakih)