Bagikan Berita/artikel ini
DEPOK| centralberitarakyat.com – Tragedi yang menewaskan seorang peserta Program Wisata Keberagaman asal Kelurahan Serua di area parkir Masjid Agung Banten, Sabtu (4/7), menjadi sorotan terhadap aspek pengawasan dan standar keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Insiden tersebut merenggut nyawa Sofiah setelah diduga terjepit sebuah bus yang hendak keluar dari area parkir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus yang terlibat bukan merupakan kendaraan rombongan peserta dari Kelurahan Serua, melainkan bus lain yang berada di lokasi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB usai rombongan menyelesaikan agenda ziarah. Saat menunggu kembali menaiki bus rombongan bersama anaknya, korban berada di area parkir. Diduga, pengemudi bus tidak mengetahui keberadaan korban di belakang kendaraan sehingga saat bus bergerak dan berbelok, korban terjepit dan mengalami luka berat.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di klinik terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit. Namun, akibat luka serius yang dideritanya, Sofiah meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Tragedi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem pengamanan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung. Meski kecelakaan melibatkan kendaraan di luar rombongan peserta, aspek mitigasi risiko, pengaturan pergerakan peserta, hingga pengawasan di area parkir dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar keselamatan peserta lebih terjamin.
Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kota Depok memutuskan menghentikan sementara Program Wisata Keberagaman. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyatakan keputusan itu diambil sebagai langkah awal untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
“Kami mewakili Bapak Wali Kota atas nama Pemerintah Kota Depok menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah. Kami turut berduka atas musibah yang mengakibatkan meninggal dunianya peserta yang sedang mengikuti kegiatan Wisata Keberagaman,” ujar Chandra saat melayat ke rumah duka, Minggu (5/7).
Ia menegaskan, penghentian sementara dilakukan agar pemerintah dapat meninjau kembali seluruh aspek pelaksanaan kegiatan, mulai dari standar operasional perjalanan, mekanisme pengawasan peserta, hingga prosedur keselamatan dan mitigasi risiko.
“Program Wisata Keberagaman untuk sementara kami hentikan. Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa saksi-saksi dan kendaraan yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap program yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar harus mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama. Evaluasi yang dilakukan diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menghasilkan perbaikan nyata terhadap sistem pengawasan, koordinasi di lapangan, serta penerapan standar keselamatan guna mencegah terulangnya insiden serupa.
(Red)