Reses Turun Lapangan Lebih Dulu, Hj. Yeti Wulandari Ubah Forum Seremonial Jadi Alat Pastikan Program Jalan

Bagikan Berita/artikel ini

Depok | centralberitarakyat.com  –  Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yeti Wulandari, menghadirkan pendekatan tak lazim dalam agenda reses. Alih-alih sekadar menyerap aspirasi di ruang pertemuan, politisi Partai Gerindra itu terlebih dahulu turun langsung ke lapangan untuk memastikan persoalan warga benar-benar terverifikasi secara faktual.

Konsep tersebut diterapkan saat reses di Komplek Paspampres, RT 08, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kamis (29/1/2026). Bagi Yeti, reses bukan sekadar rutinitas politik, melainkan instrumen evaluasi nyata atas implementasi kebijakan yang telah diajukan berbasis temuan lapangan.

“Saya datang dulu, melihat langsung kondisinya, lalu ajukan program. Setelah disetujui, barulah reses digunakan untuk menjelaskan apa yang akan dikerjakan,” ujar Srikandi Gerindra Depok itu.

Pendekatan ini, menurutnya, menjadi koreksi atas pola perencanaan pembangunan yang kerap terputus dari realitas kebutuhan warga. Ia menilai banyak kawasan permukiman menanggung ketertinggalan layanan dasar akibat kebijakan yang terlambat merespons.

“Ini bukan soal membangun yang baru, tapi mengejar ketertinggalan lama yang dibiarkan menumpuk,” tegasnya.

Sebagai pimpinan DPRD Kota Depok yang telah menjabat empat periode, Yeti menyoroti persoalan infrastruktur dasar seperti jalan rusak dan drainase bermasalah sebagai isu struktural, bukan sekadar kerusakan kasuistik.

“Menambal jalan tanpa memperbaiki drainase hanya memindahkan masalah ke waktu berikutnya,” jelasnya.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Pancasila itu menekankan bahwa tata kelola air permukaan menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan. Karena itu, ia mendorong penataan kawasan terpadu yang menyatukan perbaikan jalan, sistem drainase, dan lingkungan permukiman dalam satu kebijakan utuh.

“Saya tidak mau pekerjaan setengah-setengah. Jalan, drainase, dan lingkungannya harus ditata sekaligus agar manfaatnya bertahan lama,” ungkapnya.

Ia menegaskan, indikator keberhasilan pembangunan kawasan bukan pada serapan anggaran semata, melainkan pada hilangnya genangan air yang selama ini menjadi momok warga setiap musim hujan.

“Air tidak boleh lagi menjadi musuh warga,” katanya lugas.

Menurut Yeti, pendekatan integratif juga penting untuk mencegah pemborosan anggaran akibat pembangunan yang terfragmentasi. Genangan berulang, kata dia, mencerminkan kegagalan desain sistem, bukan sekadar keterbatasan dana.

“Penataan kawasan bertujuan memutus pola tambal-sulam yang mahal biayanya tapi minim dampak,” ujarnya.

Tak hanya infrastruktur fisik, Yeti juga menempatkan layanan sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan. Usulan pembangunan Posyandu dan taman bermain anak dinilainya sebagai investasi kesehatan komunitas dan masa depan generasi muda.

“Posyandu itu menyangkut keselamatan ibu dan anak. Taman bermain adalah ruang tumbuh kembang, bukan sekadar pelengkap,” tuturnya.

Politisi yang akrab dijuluki warga Cimanggis dengan sebutan “Emak Aing” itu menegaskan bahwa kehadiran negara harus diukur dari sejauh mana layanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kalau negara hadir, dampaknya harus terasa dari layanan kesehatan dan lingkungan terdekat warga,” ucapnya.

Ia pun menutup dengan penegasan soal akuntabilitas. Menurutnya, aspirasi warga tidak boleh berhenti di forum reses, tetapi harus masuk perencanaan, direalisasikan, dan diawasi bersama.

“Warga berhak tahu apa yang disetujui, kapan dikerjakan, dan bagaimana prosesnya. Reses tidak boleh berhenti di tenda dan mikrofon, tapi harus terlihat di jalan, drainase, dan layanan kesehatan lingkungan,” pungkasnya.

(NW)

Related Posts

Kabupaten Bogor “Darurat Integritas”: Setelah Diguncang Kasus Beruntun, BPN Kini Dikabarkan Kena OTT KPK

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniCIBINONG| centralberitarakyat.com   – Wilayah Bumi Tegar Beriman kembali menjadi sorotan tajam publik seiring merebaknya kabar Operasi Tangkap Tangani (OTT) yang dilancarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di…

Baca selengkapnya

Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniCentralberitarakyat.com|  – Komisaris PT Pertamina (Persero) Laode Sulaeman menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi dan daya saing Indonesia, terlebih di tengah target pemerintah mencapai…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

  • By Nawawi
  • Juli 6, 2026
  • 84 views
Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

  • By Nawawi
  • Juni 22, 2026
  • 101 views
Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

  • By Nawawi
  • Juni 18, 2026
  • 105 views
Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 131 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 162 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 300 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah