Bagikan Berita/artikel ini
Depok | centralberitarakyat.com
Partai Gerindra Kota Depok mulai menyalakan mesin politiknya lebih awal jelang Pemilihan Umum 2029. Melalui agenda Pendidikan Politik (Dikpol) di kawasan Sawangan, Sabtu (18/10/2025), partai berlambang kepala garuda ini menegaskan tekadnya untuk mempertahankan dominasi politik di Kota Depok dan memperluas kekuatan di tingkat provinsi maupun pusat.
Sekretaris DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan signifikan di semua tingkatan legislatif serta mempertahankan kepemimpinan Wali Kota Depok dari kader Gerindra untuk dua periode berturut-turut.
“Kita harus pertahankan Wali Kota Depok agar tetap dari Partai Gerindra. Kursi DPR RI harus naik dari satu menjadi dua, provinsi dari satu jadi tiga, dan DPRD Kota dari delapan menjadi empat belas kursi,” tegas Hamzah penuh semangat.
Ia menegaskan, target besar itu hanya bisa dicapai jika seluruh struktur partai solid — mulai dari DPC, PAC, hingga ranting. Karena itu, Hamzah mendorong kader lama agar berani maju sebagai calon legislatif di Pemilu mendatang.
“Jangan takut. Kita terpilih bukan karena uang, tapi karena takdir dan kerja keras,” ujarnya.
“Ketua PAC yang sudah empat periode mengabdi, wajib maju di tahun 2029.”
Menurut Hamzah, saat ini Partai Gerindra menjadi kekuatan politik paling dominan di Kota Depok. Berdasarkan hasil survei internal terbaru, elektabilitas Gerindra menempati posisi pertama — menjadi modal kuat untuk melangkah ke Pemilu 2029 dengan kepercayaan diri penuh.
“Sekarang saatnya menuai hasil kerja keras sejak 2009. Kalau dulu kita mulai dari nol, kini kita punya modal besar: kepercayaan publik yang nyata,” tutur Hamzah optimistis.
Kegiatan Dikpol tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, serta para simpatisan Gerindra dari seluruh wilayah Depok. Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat loyalitas kader, serta memantapkan strategi kemenangan menuju 2029.
Hamzah menutup arahannya dengan penekanan kuat: keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh popularitas figur, tetapi juga oleh kedisiplinan struktur dan kerja nyata kader di lapangan.
“Gerindra Depok tidak boleh hanya kuat di atas kertas. Kita harus hadir di tengah masyarakat, bergerak, dan bekerja nyata untuk rakyat,” pungkasnya.
(NW)