Bagikan Berita/artikel ini
centralberitarakyat.com, Depok – Suasana tegang mewarnai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel di Kota Depok, Selasa (19/8/2025). Didampingi Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Wakapolres Metro Depok AKBP Akmal, serta jajaran Dinas Tenaga Kerja, Noel menyisir dua perusahaan yang dilaporkan bermasalah, yakni PT Triple Ace dan PT Poly Jaya Medikal.
Dalam sidaknya, Noel menemukan persoalan serius terkait pelanggaran hak-hak pekerja, mulai dari gaji hingga status kerja. Dengan nada tegas, ia memperingatkan manajemen agar tidak lagi menghindar dari kewajibannya.
> “Jangan sengsarakan rakyat, apalagi soal buruh. Ini perintah presiden. Kalau perusahaan masih coba lari dari tanggung jawab, aparat akan turun tangan,” tegas Noel.
16 Cek Bodong hingga Upah Rp50 Ribu per Minggu
Di PT Triple Ace, Noel menyoroti laporan pekerja yang menerima 16 cek bodong sebagai pesangon. Sementara itu, kondisi lebih memprihatinkan terjadi di PT Poly Jaya Medikal, tempat sekitar 500 buruh menuntut kejelasan status kerja dan kelayakan upah. Mirisnya, pekerja disebut hanya menerima Rp50 ribu per minggu.
> “Itu sangat mengerikan. Negara tidak boleh membiarkan rakyat diperlakukan seperti ini. Tapi kita juga harus mencari solusi, bukan sekadar menekan perusahaan,” ujar Noel.
Mediasi Tripartit Jadi Jalan Tengah
Sidak ini, menurut Noel, bukan hanya penegakan hukum, melainkan juga ruang untuk membangun komunikasi sehat antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa Pemkot Depok siap memfasilitasi mediasi tripartit melalui Dinas Tenaga Kerja.
> “Kami harap manajemen perusahaan mau hadir dalam pertemuan mediasi agar ada titik terang bagi pekerja,” ungkapnya.
Negara Harus Hadir
Noel menegaskan pemerintah akan terus turun tangan dalam kasus-kasus ketenagakerjaan yang menindas buruh. Menurutnya, kesejahteraan pekerja adalah bagian dari amanat konstitusi sekaligus prioritas pemerintahan saat ini.
“Negara harus hadir. Buruh bukan sekadar tenaga kerja, mereka adalah tulang punggung bangsa,” tutup Noel.
(NW)