Bagikan Berita/artikel ini
DEPOK| centralberitarakyat.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putra terbaik Kota Depok di dunia sepak bola. Dua pesepak bola muda, Nabil Muhammad dan Prembun Arkan Taqi, sukses menembus seleksi ketat dan resmi terpilih memperkuat Tim Jawa Barat (Jabar Banteng) pada ajang Soekarno Cup 2026 yang akan digelar di Surabaya pada 10–24 Agustus 2026.
Keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa bibit-bibit pesepak bola muda asal Depok mampu bersaing di level provinsi melalui proses seleksi yang berlangsung kompetitif dan objektif. Dari 15 atlet yang mewakili Kota Depok, hanya Nabil dan Prembun yang berhasil mengamankan tempat di skuad Jawa Barat setelah melewati tahapan seleksi bersama peserta dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Seleksi tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknik bermain, tetapi juga aspek disiplin, konsistensi, mental bertanding, serta kesiapan fisik para pemain untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua atlet muda tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras para pemain serta hasil pembinaan olahraga yang mulai berkembang dengan baik di tingkat daerah.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa talenta muda Kota Depok memiliki kualitas dan mampu bersaing secara sehat dalam sistem seleksi yang objektif serta kompetitif. Yang terpenting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga proses panjang yang membentuk karakter, mental, dan semangat juang para atlet,” ujar Hj. Yuni, Kamis (6/8/2026).
Ia menilai Soekarno Cup bukan sekadar turnamen sepak bola, melainkan wadah strategis untuk mencetak generasi muda berkarakter melalui olahraga. Selain mengasah kemampuan di lapangan, kompetisi tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, serta jiwa pantang menyerah.
Ajang yang diinisiasi DPP PDI Perjuangan ini pada tahun 2026 diikuti oleh 16 provinsi dengan melibatkan lebih dari 400 atlet muda hasil seleksi berjenjang dari berbagai daerah di Indonesia. Konsep tersebut dinilai menjadi model pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan guna melahirkan pesepak bola berkualitas untuk masa depan.
Hj. Yuni juga menegaskan bahwa keberhasilan atlet menembus level provinsi harus diiringi dukungan dari seluruh pihak, mulai dari pembinaan yang berkesinambungan, fasilitas latihan yang memadai, hingga kesempatan mengikuti berbagai kompetisi agar potensi mereka terus berkembang.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai proses belajar dan meningkatkan kualitas diri. Atlet tidak hanya dituntut meraih prestasi, tetapi juga menjaga integritas, disiplin, serta semangat kebersamaan dalam setiap pertandingan,” tegasnya.
Selain memberikan dampak terhadap pembinaan olahraga, penyelenggaraan turnamen nasional seperti Soekarno Cup juga diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian daerah penyelenggara melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai aktivitas masyarakat yang tumbuh selama berlangsungnya kompetisi.
Menutup pernyataannya, Hj. Yuni berpesan agar seluruh pemain, khususnya dua wakil asal Kota Depok, mampu memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga nama baik Jawa Barat dan Kota Depok.
“Bertandinglah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat juang. Jadikan Soekarno Cup sebagai langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.
(NW)