Bagikan Berita/artikel ini
Jakarta| centralberitarakyat.com – Industri telekomunikasi dan teknologi informasi (ICT) Indonesia diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan baru seiring percepatan transformasi digital nasional, pembangunan infrastruktur konektivitas, serta meningkatnya kebutuhan layanan digital di berbagai sektor ekonomi.
Optimisme tersebut disampaikan Direktur Utama PT Zeta Bersama Komunika, Alfi Syaher, dalam forum ‘Economic Outlook for Telco Industry di Jakarta’.
Menurutnya, arah kebijakan pembangunan nasional pada era Presiden Prabowo Subianto memberikan ruang yang semakin besar bagi percepatan investasi di sektor telekomunikasi.
“Kami melihat Indonesia sedang memasuki fase baru transformasi digital. Pembangunan jaringan fiber optic, BTS, data center, managed services, integrasi sistem, hingga solusi digital enterprise akan terus mengalami peningkatan dan menjadi peluang strategis bagi perusahaan nasional”, ucap Alfi, Senin 3/8/2026.
Alfi menilai, bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak lagi sekadar mendukung sektor telekomunikasi, tetapi telah menjadi fondasi bagi peningkatan daya saing ekonomi nasional.
Karena itu, kebutuhan terhadap layanan teknologi informasi diperkirakan akan terus tumbuh secara berkelanjutan.
“Kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan Artificial Intelligence, Cloud Computing, dan perluasan ‘Broadband’ akan menjadi katalis utama pertumbuhan industri ICT Indonesia”, tegasnya.
Ia juga menegaskan, bahwa PT Zeta Bersama Komunika memandang peningkatan investasi pemerintah maupun sektor swasta akan memperbesar kebutuhan pembangunan jaringan telekomunikasi, integrasi sistem, serta layanan teknologi digital yang semakin kompleks.
Secara makro, prospek tersebut didukung oleh fundamental ekonomi nasional yang relatif stabil, di mana sektor informasi dan komunikasi masih menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya.
Alfi menambahkan, bahwa dalam periode 2026–2030, industri telekomunikasi diperkirakan akan ditopang oleh meningkatnya investasi jaringan fiber optic, modernisasi BTS menuju teknologi 5G, pembangunan data center, cloud infrastructure, serta digitalisasi sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, manufaktur, pertambangan, dan logistik.
“Kami optimistis kebutuhan konektivitas digital masyarakat maupun dunia usaha akan terus meningkat. Kondisi tersebut menciptakan peluang investasi yang sehat sekaligus memperkuat posisi perusahaan nasional dalam pembangunan ekosistem digital Indonesia”, bebernya.
Dengan berbagai indikator tersebut, PT Zeta Bersama Komunika menilai industri telekomunikasi Indonesia memiliki prospek yang semakin kuat untuk menjadi salah satu motor penggerak transformasi ekonomi digital nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah menuju Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global.
(NW,)