Bagikan Berita/artikel ini
Jakarta | centralberitarakyat.com – Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan sinyal positif. Bergerak stabil dan konsisten, IHSG kini kian mendekati level 9.000 dan diyakini berpeluang menembus angka psikologis 10.000 sepanjang tahun 2026.
Optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, kombinasi sentimen positif dan penguatan fundamental ekonomi nasional menjadi penopang utama laju IHSG ke level tertinggi sepanjang sejarah.
“Berbagai sentimen positif akan menopang Indeks Harga Saham Gabungan menguat hingga ke level 10.000 pada tahun ini,” ujar Menkeu Purbaya dengan penuh keyakinan.
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menegaskan bahwa target IHSG di level 10.000 bukanlah sesuatu yang mustahil.
Ia menilai, kondisi ekonomi makro dan kepercayaan investor saat ini berada pada jalur yang sangat konstruktif.
“Tahun ini IHSG 10.000 itu bukan angka yang mustahil untuk dicapai,” tegasnya.
Purbaya menjelaskan, tahun 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya ia memegang kendali penuh kebijakan fiskal selama satu tahun penuh. Berbeda dengan 2025, ketika dirinya baru dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September.
“Sekarang satu tahun penuh saya terlibat dalam perumusan kebijakan ekonomi bersama Gubernur BI dan para pemangku kepentingan lainnya. Tahun lalu kan masih separuh-separuh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi motor penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.
“Dengan kebijakan yang lebih sinkron antara pemerintah dan bank sentral, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat.
Itu akan melandasi peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan. Investor yang jeli jangan sampai ketinggalan momentum,” ujarnya.
IHSG Menguat, Transaksi Padat
Berdasarkan data perdagangan BEI pada Jumat (2/1/2026) hingga pukul 11.50 WIB, IHSG tercatat menguat 77,96 poin atau 0,90 persen ke level 8.724,90. Aktivitas perdagangan tergolong tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 1.808.057 kali.
Sebanyak 25,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,86 triliun. Tercatat 461 saham menguat, 219 saham melemah, dan 119 saham bergerak stagnan.
Efek “Tuah Purbaya”, IHSG Cetak Rekor Beruntun
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, sebelumnya juga menyoroti kuatnya persepsi positif investor sejak Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia bahkan menyebut, kehadiran Purbaya membawa “tuah” bagi pasar modal Indonesia.
Sejak Purbaya menjabat, IHSG tercatat menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak 21 kali.
Angka ini jauh melampaui capaian sebelumnya, di mana IHSG hanya sekali mencetak ATH di era Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
“Ibu Sri Mulyani satu kalinya, Pak Purbaya 21 kali karena tembus 8.000 di zaman beliau.
Dan dua bulan terakhir ini terus naik hingga kemarin di atas 8.600,” ujar Iman dalam Rapat Kerja bersama DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (3/12/2025).
Sepanjang 2025, Iman menambahkan, IHSG bahkan mencatat total 22 kali rekor tertinggi, dengan 21 di antaranya terjadi setelah pergantian Menteri Keuangan.
“Ini menunjukkan betapa kuatnya persepsi investor terhadap arah ekonomi kita. Dampaknya sangat terasa di pasar,” jelasnya.
Tak hanya itu, arus dana asing (capital inflow) juga menunjukkan perbaikan signifikan setelah sempat mengalami tekanan di awal tahun.
Sejalan dengan tren tersebut, IHSG kembali mencetak rekor intraday pada perdagangan Rabu (3/12/2025) dengan menyentuh level 8.669,18, sementara nilai transaksi sesi I mencapai Rp16,28 triliun.
Dengan fondasi kebijakan yang dinilai solid serta kepercayaan investor yang terus menguat, pasar modal Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme tinggi menuju babak baru sejarah IHSG.
(NW)