Orasi KNPB Warnai Peringatan 15 Agustus di Papua, Massa Soroti Isu Kemanusiaan hingga Program MBG

Bagikan Berita/artikel ini

PAPUA| centralberitarakyat.com  – Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri sebagai Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi orasi di sejumlah wilayah Papua pada Sabtu (15/8/2026). Aksi tersebut berlangsung sejak pagi,  dan menyasar sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Di Wamena hingga Timika, massa KNPB dilaporkan bergerak dalam beberapa kelompok. Di salah satu wilayah, tiga kelompok massa disebut datang dari arah Sereh dan Kemiri sebelum bertemu di Pos 7 untuk kemudian menyampaikan sejumlah pernyataan melalui orasi.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk. Salah satu tulisan yang terlihat mencolok berbunyi, “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.”

Melalui orasi yang disampaikan, massa KNPB menyuarakan berbagai persoalan yang mereka nilai berkaitan dengan kondisi masyarakat Papua, termasuk kebijakan pemerintah pusat.

Salah satu isu yang disoroti adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Mereka juga menyinggung sejumlah kasus dugaan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah. Bahan makanan seperti sayuran, telur, tempe dan sejumlah bahan pangan lainnya disebut menjadi bagian dari sorotan dalam aksi tersebut.

Namun, program MBG tetap menjadi salah satu kebijakan pemerintah pusat yang terus dilaksanakan secara nasional.

Aksi massa tersebut juga sempat diwarnai gesekan dengan aparat kepolisian setempat. Dalam insiden tersebut, seorang anggota Brimob dilaporkan mengalami luka ringan.

Mengaitkan Aksi dengan Perjanjian New York

Peringatan pada 15 Agustus juga dikaitkan dengan sejarah Papua, khususnya Perjanjian New York (New York Agreement) yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962 di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Perjanjian tersebut merupakan kesepakatan antara Indonesia dan Belanda untuk menyelesaikan persoalan status Irian Barat melalui proses pengalihan administrasi pemerintahan dengan keterlibatan PBB.

Dalam kesepakatan itu, administrasi Irian Barat untuk sementara dialihkan kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebelum kemudian diserahkan kepada Indonesia.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pemerintahan Irian Barat selanjutnya diserahkan kepada Republik Indonesia selambat-lambatnya pada 1 Mei 1963.

Perjanjian itu juga memuat ketentuan mengenai pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) bagi masyarakat Irian Barat.

Secara historis, proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang persoalan Papua dan hubungan Indonesia-Belanda.

Aksi KNPB pada Jumat (15/8/2026) pun kembali menempatkan isu sejarah, kondisi sosial masyarakat, kebijakan pemerintah serta persoalan kemanusiaan di Papua sebagai bagian dari pesan yang disampaikan kepada publik.

Situasi di sejumlah titik sempat mendapat perhatian aparat keamanan guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dan kondisi di lapangan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
( ML)

Related Posts

Aisyah Zahrani Pribadi Ukir Prestasi Gemilang, Kembali Harumkan Nama Kota Depok di Bandung

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDEPOK|  centralberitarakyat.com  – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Kota Depok. Aisyah Zahrani Pribadi, yang akrab disapa Zahra, berhasil meraih Juara 1 kategori Under 31 Kg Pracadet Putri…

Baca selengkapnya

Pengecoran Jalan Tapos Memanas! Proyek APBD Rp83,5 Juta Disorot, Kontraktor Tak Terlihat Saat Pekerjaan Berlangsung

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDEPOK| centralberitarakyat.com  – Pengecoran jalan lingkungan di wilayah Kecamatan Tapos, Kota Depok, kembali menyulut pertanyaan publik. Proyek yang menelan anggaran Rp83.566.424 dari APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2026…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

  • By Nawawi
  • Juli 6, 2026
  • 55 views
Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

  • By Nawawi
  • Juni 22, 2026
  • 74 views
Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

  • By Nawawi
  • Juni 18, 2026
  • 84 views
Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 98 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 141 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 269 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah