Orang Tua Murid Pertanyakan Hasil SPMB Jalur Domisili SMPN 31 Depok, Dugaan Ketidaksesuaian Titik Koordinat Mencuat

Bagikan Berita/artikel ini

Depok|  centralberitarakyat.com  – Polemik pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili di SMP Negeri 31 Kota Depok menjadi sorotan setelah sejumlah orang tua murid mempertanyakan hasil seleksi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Salah satu calon peserta didik yang mengikuti jalur domisili tercatat memiliki jarak rumah ke sekolah sekitar 832 meter berdasarkan data pada sistem SPMB.

Seluruh persyaratan administrasi juga telah dinyatakan lengkap dan terverifikasi. Namun, calon peserta didik tersebut tetap tidak diterima.

Kondisi itu mendorong tim investigasi melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi langsung kepada pihak SMPN 31 Kota Depok mengenai mekanisme penentuan titik koordinat yang digunakan dalam proses seleksi.

Dalam keterangannya, pihak sekolah menjelaskan bahwa titik koordinat yang menjadi acuan berada di sekitar SDN 01 Cilodong, Kelurahan Cilodong, dekat kawasan BRI.

Menurut pihak sekolah, sistem seleksi mengutamakan calon peserta didik yang memiliki jarak paling dekat dengan titik sekolah.

“Yang diterima adalah yang jaraknya paling dekat dari titik sekolah,” ujar pihak sekolah saat dikonfirmasi tim investigasi.
Namun penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru.

Sejumlah orang tua murid mengaku mengalami persoalan serupa. Mereka menilai lokasi rumah mereka relatif dekat dengan sekolah, tetapi tetap dinyatakan tidak lolos seleksi.

“Saya juga mengalami hal yang sama. Jarak dari rumah ke sekolah tidak jauh, tetapi tiba-tiba ditolak. Kami tidak memahami dasar perhitungannya seperti apa,” kata seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Tim investigasi kemudian menemukan adanya laporan serupa dari beberapa orang tua murid lainnya. Saat dikonfirmasi, pihak sekolah menyebut penerimaan peserta didik pada jalur domisili berasal dari dua wilayah kelurahan yang masuk dalam cakupan sekolah.

Meski demikian, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kasus yang dinilai tidak sejalan dengan penjelasan tersebut. Beberapa calon peserta didik yang berdomisili relatif dekat dengan sekolah dilaporkan tidak diterima, sementara terdapat peserta lain yang disebut-sebut berasal dari lokasi dengan jarak lebih jauh.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi sistem penentuan titik koordinat serta mekanisme penghitungan jarak yang digunakan dalam proses seleksi SPMB.

Untuk memperoleh penjelasan yang berimbang, tim investigasi juga telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid, guna meminta klarifikasi terkait keluhan masyarakat dan dugaan ketidaksesuaian dalam proses seleksi jalur domisili. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.

Belum adanya penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Depok membuat sejumlah orang tua murid berharap adanya evaluasi dan keterbukaan informasi terkait proses seleksi.

Mereka meminta pemerintah daerah menjelaskan secara rinci titik koordinat yang digunakan, metode penghitungan jarak, serta mekanisme verifikasi apabila ditemukan dugaan ketidaksesuaian data.

Polemik ini menambah daftar persoalan yang muncul dalam pelaksanaan SPMB tahun 2026. Transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek yang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan peserta didik baru, khususnya pada jalur domisili yang bertujuan memberikan akses pendidikan bagi siswa yang tinggal di sekitar sekolah
(Red)

Related Posts

Didesak Hidupkan Lagi UHC, Pemkot Depok Tegas Pilih Fokus Efisiensi dan Program Prioritas

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDEPOK| centralberitarakyat.com   – Wacana mengaktifkan kembali program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Depok kembali mencuat dalam pembahasan di DPRD Kota Depok. Namun di tengah dorongan tersebut,…

Baca selengkapnya

Aisyah Zahrani Pribadi Raih Juara Internasional Taekwondo 2026, Harumkan Nama Kota Depok

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDepok|  centralberitarakyat.com  – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Kota Depok. Aisyah Zahrani Pribadi, siswi MI Al Muhajirin sekaligus atlet muda berbakat dari Club Legion Depok, berhasil menorehkan…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

  • By Nawawi
  • Juni 22, 2026
  • 10 views
Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

  • By Nawawi
  • Juni 18, 2026
  • 24 views
Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 39 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 91 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 197 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak

  • By Nawawi
  • Maret 22, 2026
  • 89 views
Lautan Peziarah Padati TPU Cimpaeun Depok di Hari Lebaran, Tradisi Ziarah Kian Semarak