Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Dinas Pendidikan Kota Depok resmi menerbitkan surat pemberitahuan dan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan terkait pelaksanaan Program 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat menuju terwujudnya Gapura Panca Waluya. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik di Kota Depok.
Surat bernomor 400.3.1/3097/Sekret.um/2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, pada 12 Mei 2026 itu ditujukan kepada seluruh kepala TK, SD, SMP negeri maupun swasta, termasuk SKB dan PKBM se-Kota Depok.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang pembangunan pendidikan yang bertujuan membentuk generasi muda yang “Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer” atau sehat, baik, benar, cerdas, dan terampil.
Dalam surat imbauan tersebut, Disdik Depok menegaskan sembilan langkah penting yang wajib menjadi perhatian seluruh sekolah demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, disiplin, dan berkarakter.
Salah satu poin utama adalah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk penyediaan fasilitas toilet yang memadai pada ruang kelas baru guna menunjang kenyamanan belajar siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan layak.
Selain itu, peningkatan mutu tenaga pendidik juga menjadi fokus utama. Guru diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman dan memahami kebutuhan peserta didik secara menyeluruh agar mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Disdik Depok juga menegaskan larangan kegiatan piknik berkedok study tour yang dinilai berpotensi membebani orang tua siswa. Sebagai alternatif, sekolah diminta menghadirkan kegiatan edukatif berbasis lingkungan dan kewirausahaan, seperti pengelolaan sampah mandiri, pertanian organik, peternakan, perikanan, hingga pengenalan dunia usaha dan industri.
Tak hanya itu, kegiatan wisuda, perpisahan, maupun seremoni serupa juga diminta untuk tidak dilaksanakan di seluruh jenjang pendidikan. Pemerintah menilai kegiatan tersebut tidak memberikan dampak akademik secara langsung dan kerap memicu pengeluaran tambahan bagi wali murid.
Dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG), sekolah juga diimbau membiasakan siswa membawa bekal makanan dari rumah, mengurangi uang jajan, serta menanamkan budaya menabung sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pola hidup sehat.
Disdik Depok turut menyoroti kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah. Peserta didik yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah dan dianjurkan menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki sesuai kemampuan.
Penguatan karakter kebangsaan juga menjadi perhatian melalui dorongan aktif terhadap kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Paskibra, dan Palang Merah Remaja untuk membentuk disiplin, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air.
Sementara itu, peserta didik yang terlibat perilaku menyimpang seperti tawuran, kecanduan game online, merokok, mabuk, balap liar, hingga penggunaan knalpot tidak standar akan mendapatkan pembinaan khusus melalui kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI dan Polri dengan persetujuan orang tua.
Pada poin terakhir, Disdik Depok menekankan pentingnya penguatan moralitas dan spiritualitas peserta didik melalui pendidikan agama sesuai keyakinan masing-masing guna membentuk generasi muda yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Depok berharap seluruh sekolah dapat menjalankan sembilan langkah pembangunan pendidikan secara konsisten demi menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi masa depan yang unggul dan berintegritas.
(NW)