Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Wali Kota Depok Supian Suri akhirnya angkat suara di tengah riuh tafsir publik soal dana RW. Dengan nada tegas, ia menutup rapat ruang spekulasi: dana RW bukan uang bebas, apalagi untuk kepentingan pribadi atau dibagi-bagikan tanpa dasar yang jelas.
Penegasan itu disampaikan Supian menyusul munculnya berbagai anggapan keliru di masyarakat terkait pemanfaatan anggaran lingkungan tersebut. Ia menegaskan, setiap rupiah dana RW wajib diarahkan untuk pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Rabu (4/2).
“Dana RW itu jelas peruntukannya. Untuk membangun lingkungan, memperbaiki sarana prasarana, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan kebutuhan lain yang manfaatnya langsung dirasakan warga,” tegas Supian Suri.
Ia mengingatkan para pengurus RW agar tidak bermain-main dengan anggaran publik. Pengelolaan dana harus dilakukan tepat sasaran, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan melibatkan warga sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Supian menilai, minimnya partisipasi warga berpotensi melahirkan kesalahpahaman sekaligus membuka celah penyalahgunaan anggaran. Karena itu, transparansi dan musyawarah warga menjadi kunci utama.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Kota Depok memastikan pengawasan akan diperketat. Supian menegaskan, pemkot tidak akan tinggal diam jika ditemukan penyimpangan dalam penggunaan dana RW.
“Pengawasan akan terus dilakukan. Dana RW harus memberi manfaat nyata, bukan menimbulkan polemik atau konflik di lingkungan,” ujarnya.
Kebijakan dana RW, menurut Supian, dirancang untuk mendorong pembangunan dari tingkat paling bawah. Namun tujuan itu akan runtuh jika pengelolaannya melenceng dari aturan.
CentralBeritaRakyat akan terus memantau implementasi kebijakan dana RW di lapangan dan menyajikan informasi secara berimbang, kritis, serta berpihak pada kepentingan publik.
(Fakih/Red)