Bagikan Berita/artikel ini
Depok | centralberitarakyat.com – Pemerintah Kota Depok bersiap mengoptimalkan Masjid Dhuyufur Rahman di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, sebagai pusat layanan haji dan umrah. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri, M.M, meninjau langsung progres pembangunan masjid tersebut, Senin (19/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Camat Tapos, Lurah Jatijajar, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Peninjauan dilakukan tidak hanya untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, tetapi juga membahas pemanfaatan strategis bangunan masjid yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp33 miliar dari APBD Kota Depok.

“Alhamdulillah hari ini saya melihat langsung pembangunan Masjid Dhuyufur Rahman. Selain sebagai rumah ibadah, kita merencanakan agar masjid ini juga dapat dimanfaatkan sebagai kantor urusan haji dan umrah Kota Depok,” ujar Supian Suri di sela peninjauan.
Menurutnya, rencana tersebut merupakan langkah efisiensi dan optimalisasi aset daerah. Pemanfaatan bangunan tidak memerlukan pembangunan baru maupun tambahan anggaran besar, karena ruang-ruang yang tersedia dinilai sudah sangat memadai.
“Konsepnya sederhana, kita maksimalkan ruang yang ada. Lantai atas tetap difungsikan untuk kegiatan peribadatan, sementara lantai bawah dapat dimanfaatkan sebagai kantor urusan haji dan umrah bersama DKM. Ruangnya cukup luas dan representatif,” jelasnya.
Supian Suri menegaskan, selama hanya dilakukan penyesuaian fungsi ruangan seperti penyekatan, Pemerintah Kota Depok tidak perlu mengalokasikan anggaran tambahan. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama serta kementerian terkait untuk membahas teknis operasional layanan haji dan umrah tersebut.
“Di sini tersedia aula besar, ruang-ruang kantor, hingga perpustakaan. Dalam tahap awal, semuanya bisa diprioritaskan untuk mendukung layanan haji dan umrah bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain fasilitas, Supian Suri juga menilai lokasi Masjid Dhuyufur Rahman sangat strategis. Meski berada di kawasan terminal dan relatif jauh dari permukiman, aksesibilitasnya dinilai sangat baik.
“Lokasinya dekat Terminal Jatijajar, berada di jalur utama Jakarta–Bogor, serta mudah diakses dari jalan tol. Area parkir bus juga sangat memungkinkan. Kalau warga mencari kantor haji dan umrah, cukup bilang dekat Terminal Jatijajar, pasti langsung tahu,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat terkait pemisahan kantor Kementerian Agama dengan kantor urusan haji dan umrah. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memfasilitasi sarana pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
“Daripada bangunan besar ini tidak dimaksimalkan, lebih baik kita manfaatkan untuk kemaslahatan warga. Kehadiran kantor urusan haji dan umrah di sini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Depok,” pungkas Supian Suri.
Sementara itu, perwakilan pengelola Masjid Dhuyufur Rahman, H. Zarkasih Hasan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Wali Kota Depok. Ia menilai kehadiran orang nomor satu di Kota Depok tersebut sebagai bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan fungsi masjid.
Menurutnya, rencana menjadikan Masjid Dhuyufur Rahman sebagai pusat layanan haji dan umrah merupakan langkah strategis yang sejalan dengan semangat menjadikan masjid sebagai pusat pelayanan umat.
“Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Kami mengapresiasi perhatian Bapak Wali Kota yang turun langsung dan merencanakan pemanfaatan masjid agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujar H. Zarkasih Hasan.
Ia berharap, dengan dukungan fasilitas yang memadai dan lokasi yang strategis, Masjid Dhuyufur Rahman tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat layanan keagamaan yang representatif bagi warga Kota Depok.
(NW)