Bagikan Berita/artikel ini
centralberitarakyat.com – Harga sejumlah bahan pangan pokok di wilayah Jawa Barat mengalami fluktuasi cukup tajam sepanjang periode 7–13 Oktober 2025. Berdasarkan pantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas), beberapa komoditas strategis seperti beras, jagung, cabai, dan telur ayam ras menunjukkan pergerakan harga yang beragam, dipengaruhi oleh faktor pasokan, cuaca, dan permintaan masyarakat menjelang akhir tahun.
Beras dan Jagung Naik Tipis
Komoditas utama seperti beras dan jagung masih menjadi sorotan karena terus mencatat kenaikan meski dalam skala ringan.
Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik dari Rp6.850 menjadi Rp6.871 per kilogram, sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan relatif stabil di kisaran Rp7.967–Rp7.990 per kilogram.
Sementara itu, beras medium juga naik tipis dari Rp13.117 menjadi Rp13.175 per kilogram, dan beras premium bertahan di kisaran Rp14.403–Rp14.418 per kilogram.
Untuk jagung pipilan kering, harga turut meningkat dari Rp5.771 menjadi Rp5.855 per kilogram.
Kedelai dan Bumbu Dapur Belum Stabil
Fluktuasi paling mencolok terjadi pada komoditas kedelai dan bumbu dapur, yang menjadi indikator penting kestabilan harga kebutuhan rumah tangga.
Harga kedelai biji kering lokal tercatat anjlok cukup dalam, dari Rp9.882 menjadi Rp8.125 per kilogram.
Adapun bawang merah masih berputar di kisaran Rp23.329–Rp24.055 per kilogram, menunjukkan kondisi pasar yang belum stabil.
Untuk komoditas cabai, pergerakan harga justru saling berlawanan.
Cabai merah keriting turun dari Rp50.038 menjadi Rp45.488 per kilogram.
Cabai merah besar naik dari Rp36.405 menjadi Rp39.476 per kilogram.
Cabai rawit merah mengalami penurunan dari Rp30.563 menjadi Rp27.266 per kilogram, diduga akibat melimpahnya stok di tingkat petani.
Harga Daging, Ayam, dan Telur Cenderung Stabil
Sementara itu, harga bahan pangan sumber protein hewani relatif aman.
Harga sapi hidup naik dari Rp52.278 menjadi Rp53.338 per kilogram, sedangkan ayam ras pedaging bergerak tipis dari Rp22.478 ke Rp22.724 per kilogram.
Untuk telur ayam ras, harga sempat menyentuh puncak di Rp26.682 per kilogram, namun turun kembali menjadi Rp26.321 per kilogram di akhir pekan.
Menjelang Akhir Tahun, Waspadai Tren Kenaikan
Fluktuasi harga pangan di Jawa Barat pada awal kuartal IV ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga bisa kembali meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Bapanas mengimbau pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi pengendalian pasokan dan distribusi agar harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
(NW)