Hj Yeti Wulandari Dorong Potensi Wisata Setu Lewat Festival Perahu Naga ke-11

Bagikan Berita/artikel ini

DEPOK|  centralberitarakyat.com  –  Deru genderang berpadu dengan hentakan dayung para peserta saat Festival Perahu Naga Kota Depok kembali digelar. Memasuki penyelenggaraan ke-11, ajang olahraga air ini tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antartim, tetapi juga membawa misi lebih besar untuk mengangkat potensi setu, melestarikan lingkungan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Sebanyak 46 tim dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam festival tahun ini. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari atlet profesional, komunitas dayung, hingga kontingen TNI dari Kodim dan Yonzipur.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat festival semakin semarak. Persaingan di lintasan menjadi daya tarik utama, namun semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat justru menjadi ruh dari penyelenggaraan Festival Perahu Naga Kota Depok.

Agenda tahunan tersebut digagas oleh Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yeti Wulandari, S.H., selaku Dewan Pembina PODSI Kota Depok.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2015 di Setu Rawa Besar, festival ini memiliki konsep berbeda dibandingkan perlombaan perahu naga pada umumnya. Lokasi perlombaan sengaja berpindah dari satu setu ke setu lainnya.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, Setu Rawa Kalong dipilih sebagai arena utama. Kawasan tersebut memiliki sumber mata air alami yang dinilai menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan.

Yeti menegaskan, Festival Perahu Naga sejak awal dirancang bukan hanya sebagai ajang mencari tim tercepat di atas lintasan air.

Festival tersebut diharapkan mampu menjadi sarana memperkenalkan potensi setu sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Festival ini bukan hanya soal siapa yang paling cepat mendayung, tetapi bagaimana kita menghidupkan setu sebagai ruang hidup bersama,” ujar Yeti.

Pesan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam mempersiapkan lokasi festival.

Sebelum perlombaan berlangsung, panitia bersama warga, Pokdarwis, RT/RW, pelaku seni, serta pelaku UMKM melakukan gotong royong membersihkan kawasan Setu Rawa Kalong.

Sampah dan sedimen yang mengganggu kebersihan setu dibersihkan agar kawasan tersebut lebih layak dan nyaman digunakan. Bagi penyelenggara, kondisi lingkungan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan festival.

Yeti memandang keberadaan setu sebagai aset alam yang sangat berharga bagi Kota Depok.

Sebagai wilayah perkotaan yang tidak memiliki pantai maupun kawasan pegunungan, keberadaan setu menjadi salah satu kekayaan alam yang patut dipertahankan.

Karena itu, setiap pelaksanaan Festival Perahu Naga juga disertai dengan kegiatan yang memiliki pesan konservasi.

Salah satunya dilakukan melalui penebaran bibit ikan dewa di Setu Rawa Kalong bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem perairan sekaligus upaya memperkuat potensi Setu Rawa Kalong sebagai kawasan wisata alam.

Apabila dikelola secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem, Setu Rawa Kalong dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi wisata air baru yang dapat menarik masyarakat dari dalam maupun luar Kota Depok.

Keunikan Festival Perahu Naga ke-11 tidak hanya terlihat di atas air. Semangat kebersamaan juga terasa dari cara masyarakat menyambut para peserta.

Sejumlah atlet dari luar daerah, termasuk dari Bandung, Bekasi, dan Karawang, memilih tinggal di rumah-rumah warga di sekitar lokasi festival.

Pola tersebut membuat festival memberikan dampak yang lebih luas. Interaksi antara atlet dan masyarakat terbangun secara langsung, sementara warga mendapatkan manfaat ekonomi dari kehadiran peserta dan pengunjung.

Pada saat yang sama, pelaku UMKM binaan kecamatan mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk mereka. Pelaku seni lokal pun diberi ruang untuk menampilkan berbagai kesenian sehingga festival tidak kehilangan karakter budaya masyarakat setempat.

Dengan konsep tersebut, Festival Perahu Naga berkembang menjadi sebuah pesta rakyat yang mempertemukan olahraga, budaya, lingkungan, wisata, dan ekonomi dalam satu kegiatan.

Dengan melibatkan 46 tim, termasuk atlet nasional dan internasional, Festival Perahu Naga ke-11 diharapkan mampu menjadi salah satu agenda olahraga sekaligus pariwisata unggulan Kota Depok.

Penyediaan hadiah dan uang pembinaan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan motivasi peserta serta mendorong perkembangan olahraga dayung.

Namun, bagi penyelenggara, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara.

Lebih jauh, festival diharapkan mampu meninggalkan manfaat bagi masyarakat sekitar dan membangun kesadaran bahwa setu merupakan aset bersama yang harus dirawat.

Yeti berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kelestarian setu merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Pasalnya, setu memiliki fungsi penting sebagai salah satu cadangan air ketika musim kemarau. Jika dikembangkan dengan konsep ekowisata yang tepat, kawasan setu juga berpotensi memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Kalau setu kita jaga bersama, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” menjadi semangat yang terus dibawa dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Festival Perahu Naga ke-11 akhirnya bukan sekadar cerita tentang siapa yang paling cepat menaklukkan lintasan. Di balik gemuruh perlombaan, terselip pesan tentang pentingnya menjaga alam, merawat budaya, memperkuat kebersamaan, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dari Setu Rawa Kalong, Depok kembali menunjukkan bahwa kekayaan alam yang dimiliki kota dapat menjadi ruang untuk membangun prestasi sekaligus menggerakkan kehidupan masyarakat.
(NW)

Related Posts

Camat Tapos Tekankan Kekompakan Warga sebagai Kunci Mendorong Kemajuan Wilayah

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDEPOK| centalberitarakyat.com  –Semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mendorong kemajuan Kelurahan Tapos. Hal tersebut disampaikan Camat Tapos, H. Jarkasih, saat menghadiri puncak…

Baca selengkapnya

Selamatan Kampung Tapos Jilid II Meriah, Momentum Sambut HUT RI ke-81 dan Pergantian Lurah

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniDEPOK| centralberitarakyat.com   – Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat dalam kegiatan Selamatan Kampung Tapos Jilid II yang digelar di area samping Kantor Kelurahan Tapos, Kota Depok, Sabtu…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

  • By Nawawi
  • Juli 6, 2026
  • 49 views
Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

  • By Nawawi
  • Juni 22, 2026
  • 68 views
Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

  • By Nawawi
  • Juni 18, 2026
  • 74 views
Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 92 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 139 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 261 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah