Bagikan Berita/artikel ini
Jakarta| centralberitarakyat.com – Pemerintah pusat menyatakan bergerak secara maksimal dalam menangani bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, dari tiga provinsi yang terdampak, Aceh menjadi daerah dengan tingkat kerusakan dan dampak paling serius.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito usai meninjau laporan pemetaan bencana, Sabtu (7/2/2026). Berdasarkan evaluasi pemerintah, Aceh menempati posisi teratas dalam skala keparahan, disusul Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Dari peta permasalahan yang kami lihat, Aceh memang mengalami dampak paling berat, kemudian Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” kata Tito kepada awak media.
Menurut Tito, salah satu indikator utama yang digunakan pemerintah dalam menilai tingkat dampak bencana adalah jumlah desa terdampak. Dari data yang dihimpun, Aceh mencatat angka tertinggi secara signifikan.
Ia memaparkan, dari total 1.564 desa yang terdampak di tiga provinsi, sebanyak 1.455 desa berada di wilayah Aceh. Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 64 desa terdampak dan Sumatera Barat sekitar 45 desa.
“Kalau kita bicara desa, petanya menjadi sangat jelas. Magnitudo bencana paling berat itu ada di Aceh,” tegas Tito.
Selain desa, jumlah kabupaten dan kota terdampak juga menjadi perhatian. Di Aceh, 18 dari 23 kabupaten/kota mengalami dampak langsung. Sedangkan di Sumatera Barat, 16 dari 19 kabupaten/kota terdampak bencana.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito memastikan pemerintah telah menyiapkan strategi terpadu untuk mempercepat pemulihan, khususnya di Aceh.
Pemerintah, kata dia, mengerahkan kekuatan besar lintas sektor. Total personel yang diterjunkan di tiga provinsi mencapai 88.319 orang, terdiri dari TNI-Polri, BNPB, Basarnas, unsur sekolah kedinasan, serta dukungan pemerintah daerah.
Tak hanya personel, dukungan peralatan juga dikerahkan secara masif, mulai dari pesawat, helikopter, hingga alat berat dalam jumlah besar. Seluruh langkah tersebut dilakukan atas arahan langsung Presiden RI.
“Negara benar-benar all out. Ribuan alat berat sudah dikerahkan, dukungan udara juga maksimal. Dan itu mulai memberikan hasil nyata di lapangan,” pungkas Tito.
(NW)