Bagikan Berita/artikel ini
centralberitarakyat.com, Depok – Upaya pengelolaan sampah organik di Kota Depok kini memasuki babak baru. Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, resmi meluncurkan rumah budidaya maggot pertama di wilayah RW 16, Kamis (31/7/2025), sekaligus menggelar Pelatihan Budidaya Maggot bagi warga setempat di Posyandu Anyelir.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen edukatif, tetapi juga momentum penting dalam penguatan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi berbasis sampah. Hadir dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tapos, Jarkasih, yang menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok.
“Pemerintah sudah menyiapkan prasarananya. Hari ini kami berikan pelatihan SDM dan juga teknis budidaya maggot bekerja sama dengan BIOMAK. Harapan saya, RW 16 bisa jadi percontohan pertama di Cimpaeun, dan semoga bisa menular ke RW lainnya,” ungkap Jarkasih.

Menurutnya, kehadiran rumah maggot ini bukan hanya sebagai solusi penanganan sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Cimpaeun, Mulyadi, menyampaikan bahwa peluncuran rumah maggot di RW 16 merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah di wilayahnya.
“Dengan adanya rumah budidaya maggot ini, kami berharap bisa mengurangi volume sampah organik di Cimpaeun. Ini langkah konkret yang mudah-mudahan bisa terus berjalan dan ditiru RW lainnya,” ujarnya.
Budidaya maggot, atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), dikenal efektif mengurai sampah organik dan menghasilkan pakan ternak bernilai tinggi. Dengan pelatihan yang diberikan, warga di RW 16 diharapkan mampu mengelola sampah rumah tangga secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil budidayanya.
Langkah inovatif ini menjadi cerminan bahwa solusi terhadap persoalan lingkungan bisa dimulai dari skala terkecil—dari lingkungan RT dan RW, dengan kolaborasi antara pemerintah, warga, dan pihak swasta.
(Fakih)