Bagikan Berita/artikel ini
Depok | centralberitarakyat.com – Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, mendorong pengurus lingkungan RW 01 untuk bergerak cepat. Pada Minggu (1/11/25), pengurus RW bersama warga menggelar kegiatan pengasapan (fogging) massal di seluruh wilayah yang mencakup sembilan RT.
Ketua RW 01 Jatijajar, Achmad Mauludin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena semakin banyak warga yang terserang DBD dalam beberapa pekan terakhir.
“Banyak warga kami yang terkena demam berdarah. Karena itu, kami merasa perlu melakukan fogging agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar Achmad.
Ia menambahkan, para kader jumantik (juru pemantau jentik) di wilayah RW 01 sebenarnya sudah rutin melakukan pengecekan jentik nyamuk di setiap RT. Namun, kondisi cuaca pancaroba yang tidak menentu belakangan ini mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.
“Cuaca pancaroba membuat populasi nyamuk meningkat tajam. Meski kader jumantik kami aktif, tetap saja ada kasus baru yang muncul,” tambahnya.
Achmad juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak puskesmas setempat yang dinilai lamban merespons laporan warga.
“Salah satu ketua RT sudah melaporkan lonjakan kasus ke puskesmas, tapi tidak ada tindak lanjut. Akhirnya kami berinisiatif melakukan fogging secara mandiri dengan menyewa alat dari wilayah Bogor,” ungkapnya.
Kegiatan fogging ini disambut antusias oleh warga. Mereka berharap langkah ini dapat menekan penyebaran DBD yang sudah membuat sejumlah warga harus dirawat di rumah sakit.
Selain itu, Achmad juga mengingatkan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi. Ia mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, menutup dan menguras tempat penampungan air secara rutin, serta menaburkan bubuk abate di tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Berikut beberapa manfaat utama fogging dalam mencegah penyebaran penyakit:
1. Mengurangi populasi nyamuk: Membunuh nyamuk dewasa penyebar penyakit seperti DBD, malaria, dan Zika.
2. Mencegah penyebaran penyakit: Menekan risiko penularan dengan memutus siklus hidup nyamuk.
3. Melindungi kesehatan masyarakat: Mengendalikan populasi serangga yang berpotensi menularkan penyakit.
4. Mengatasi gangguan hama lainnya: Membantu mengurangi populasi lalat dan kecoa.
Namun demikian, pelaksanaan fogging tetap perlu dilakukan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan. Upaya ini juga harus diimbangi dengan langkah 3M Plus Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas — serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
(FQ/RED)