Rapat Depeprov Jabar Deadlock, Serikat Pekerja Walk Out Tolak Pemangkasan UMK–UMSK 2026

Bagikan Berita/artikel ini

Centralberitarakyat.com — Rapat Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat (Depeprov Jabar) yang digelar di Bandung, Selasa (23/12/2025), untuk membahas penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2026 berakhir deadlock hingga lewat tengah malam. Forum yang seharusnya menjadi ruang musyawarah dan penyeimbang kepentingan justru dinilai berubah menjadi ajang keberpihakan unsur pemerintah terhadap kepentingan pengusaha.

Dalam rapat pleno tersebut, unsur Serikat Pekerja/Buruh (SP/B) terpaksa melakukan walk out setelah menilai adanya kesamaan sikap dan semangat antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Disnakerprov dengan Apindo untuk mengurangi nilai rekomendasi UMK yang sebelumnya telah ditetapkan oleh para bupati dan wali kota se-Jawa Barat.

Tidak berhenti pada pembahasan UMK, dalam agenda UMSK unsur SP/B tetap bertahan mengikuti rapat dengan harapan pemerintah menjalankan peran sebagai mediator yang adil. Namun, harapan tersebut kembali pupus. Pemerintah, Apindo, dan unsur akademisi dinilai menunjukkan sikap seragam dengan mengurangi bahkan menghapus rekomendasi UMSK dari sejumlah daerah, termasuk wilayah strategis seperti Bekasi. Dari total 18 kabupaten/kota di Jawa Barat, tercatat 7 wilayah UMSK dihapus dan 11 wilayah lainnya mengalami penurunan nilai.

Situasi memanas hingga unsur SP/B kembali melakukan walk out sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap pemerintah yang dinilai arogan dan tidak netral. Serikat pekerja menilai pemerintah seharusnya melindungi hasil rekomendasi daerah, bukan justru berkelompok untuk memangkas dan menghilangkannya di tingkat provinsi.

Atas kondisi tersebut, unsur SP/B telah melaporkan sikap arogansi pemerintah kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM) selaku Pimpinan Daerah Jawa Barat, dengan harapan dapat menyelamatkan hasil rekomendasi UMK dan UMSK kabupaten/kota agar tidak dimutilasi di tingkat provinsi.

Akibat aksi walk out tersebut, rapat Depeprov Jabar tidak menghasilkan kesepakatan. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa keputusan tidak akan dipaksakan melalui mekanisme voting tanpa kehadiran unsur serikat pekerja.

Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat, Agus Koswara, yang secara langsung mengawal jalannya pembahasan, menegaskan bahwa rapat resmi diakhiri sekitar pukul 00.00 WIB dengan aksi walk out serikat pekerja akibat Disnakerprov dinilai gagal menjalankan fungsi mediasi.

“Dalam rapat Depeprov, justru unsur pemerintah yang terus mendorong agar isi rekomendasi bupati dan wali kota dikurangi, bahkan ada yang dihilangkan poin-poin pentingnya sebelum disampaikan kepada gubernur. Ini menjadi sejarah kelam pembahasan upah dan bukti kegagalan Disnaker memimpin perundingan upah di Jawa Barat,” tegas Agus.

Ia juga menyoroti kejanggalan sikap pemerintah. “Kalau Apindo meminta upah diturunkan itu wajar. Tapi ini justru pemerintah yang mendorong penurunan dan penghapusan. Hallooo… ini dinas tenaga kerja atau dinas kepentingan siapa?” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, Moh. Yusuf, S.H., M.H., menyatakan sikap keras atas kondisi tersebut. Ia menginstruksikan seluruh PUK dan anggota SP KEP SPSI di Kabupaten dan Kota Bekasi untuk turun ke jalan.

“Kami instruksikan seluruh PUK dan anggota se-Kabupaten dan Kota Bekasi untuk mengikuti aksi pengawalan UMK dan UMSK di depan Gedung Sate, Bandung, dengan mengerahkan massa secara maksimal,” tegas Yusuf.

Dengan deadlock-nya rapat Depeprov Jabar serta sikap pemerintah yang dinilai mencederai rasa keadilan, aksi besar buruh Jawa Barat pada Rabu, 24 Desember 2025, dipastikan tetap dilaksanakan sebagai bentuk perlawanan dan pernyataan sikap kolektif kaum pekerja.

Penulis: Haris Pranatha, Ketua Umum/Kepala Biro Bekasi, Jawa Barat (Pers Nasional)

Related Posts

Kapolda Metro Jaya Resmi Rotasi 22 Pejabat, Dirlantas hingga Kapolres Metro Depok Berganti

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniJAKARTA| centralberitarakyat.com   – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi sejumlah pejabat strategis. Sebanyak 22 pejabat utama dan kapolres di lingkungan Polda Metro…

Baca selengkapnya

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniCentralberitarakyat.com| –  Penerapan biodiesel B50 yang dicanangkan pada 2026 dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar. B50 merupakan…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

  • By Nawawi
  • Juli 6, 2026
  • 42 views
Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

  • By Nawawi
  • Juni 22, 2026
  • 59 views
Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

  • By Nawawi
  • Juni 18, 2026
  • 66 views
Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 83 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 134 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 248 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah