Bagikan Berita/artikel ini
Depok | centralberitarakyat.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok bergerak cepat mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan serius, terutama di Kecamatan Pancoran Mas. Data terbaru mencatat 465 balita atau 5,49 persen dari total balita di wilayah tersebut mengalami stunting. Angka ini langsung mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah mengingat dampaknya yang panjang terhadap tumbuh kembang serta kualitas hidup anak di masa depan.
Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan bahwa upaya penanggulangan dilakukan secara menyeluruh dan terpadu, tidak hanya fokus pada satu titik, tetapi mencakup intervensi dari hulu hingga hilir.
“Kita melakukan mitigasi dan intervensi dari berbagai sektor. Dari hulu kita cegah supaya tidak terjadi stunting baru,” ujar Mary, Senin (24/11/2025).
Mary memaparkan, intervensi yang berjalan bukan hanya pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita berisiko, tetapi juga penyediaan Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita yang sudah teridentifikasi mengalami stunting. PKMK diberikan berdasarkan resep dokter spesialis agar penanganan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan medis.
“Stunting yang ada kita intervensi dengan pemberian makanan tambahan maupun PKMK. PKMK itu Pangan Keperluan Medis Khusus,” tegasnya.
Pemerintah Kota Depok berharap langkah terpadu ini mampu menekan angka stunting secara signifikan dan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh optimal sesuai tahap perkembangan usianya.
(NW)