Dinilai Gagal Urus PPPK, Relawan Supian–Chandra Desak Walikota Depok Lakukan Evaluasi Total BKPSDM

Bagikan Berita/artikel ini

Depok | centralberitarakyat.com Penundaan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Depok menjadi indikator paling nyata dari disfungsi manajerial di tubuh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Keterlambatan yang semestinya dapat diantisipasi ini menandakan kegagalan institusional dalam mengelola sistem birokrasi berbasis kepastian, efektivitas, dan akuntabilitas publik.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, keterlambatan pelantikan bukan sekadar anomali administratif, melainkan bentuk kegagalan sistemik akibat absennya perencanaan strategis dan lemahnya mekanisme koordinasi lintas bidang di internal BKPSDM.

Kondisi ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di Depok hanya berhenti pada retorika struktural tanpa perubahan budaya kerja yang berorientasi hasil (Result-Based Governance).

Relawan Supian–Chandra menilai, bahwa lemahnya kinerja BKPSDM memperlihatkan birokrasi yang gagal menginternalisasi prinsip dasar pelayanan publik modern. Penundaan pelantikan PPPK bukan hanya menciptakan ketidakpastian hukum bagi calon aparatur, tetapi juga merusak kredibilitas negara di mata publik. Aparatur yang telah melalui proses seleksi panjang justru terjebak dalam labirin administrasi akibat kelalaian institusional.

Suryadi, dari Relawan Grassroot Supian–Chandra, menilai situasi ini sebagai bentuk kegagalan kepemimpinan teknokratik di level birokrasi daerah.

“BKPSDM kehilangan kendali atas fungsi manajemen aparatur. Ini bukan sekadar keterlambatan administratif, tapi cerminan buruknya tata kelola ASN di tingkat daerah. Wali Kota harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pejabat teknis BKPSDM, atau Depok akan terus menjadi contoh klasik stagnasi birokrasi”, ujarnya dengan tegas.

Suryadi menilai, lemahnya sistem pengawasan internal Pemkot Depok memperparah disfungsi tersebut. Tidak adanya performance audit yang ketat menjadikan BKPSDM sebagai lembaga yang bekerja tanpa tolok ukur capaian. Akibatnya, birokrasi berjalan tanpa arah strategis dan kehilangan kapasitas adaptif terhadap dinamika kebutuhan pelayanan publik.

“Dari perspektif manajemen publik, keterlambatan pelantikan PPPK mencerminkan degradasi kinerja institusional di tubuh pemerintah daerah. BKPSDM gagal menunaikan peran koordinatif dan implementatif yang menjadi fondasi tata kelola aparatur profesional. Ketiadaan mekanisme ‘Early Warning System’ dan ‘Risk Management’ memperlihatkan lemahnya struktur pengambilan keputusan di tingkat teknis”, bebernya.

Lebih lanjut Suryadi menegaskan, bahwa reformasi birokrasi di Depok kini kehilangan roh perubahan.

“Reformasi birokrasi bukan sekadar mengganti pejabat, tetapi menata ulang logika kerja agar aparatur memiliki orientasi kinerja yang terukur dan berintegritas. Tanpa itu, BKPSDM hanya menjadi simbol administratif tanpa makna substantif”, tandasnya.

“Penundaan pelantikan PPPK harus dipandang sebagai krisis tata kelola yang memerlukan intervensi langsung dari kepala daerah. Evaluasi total terhadap BKPSDM bukan sekadar tindakan reaktif, melainkan agenda korektif untuk memulihkan kredibilitas birokrasi daerah”, terangnya.

“Jika dibiarkan berlarut, Depok berisiko menjadi contoh kegagalan reformasi birokrasi lokal yang kehilangan arah, legitimasi, dan kepercayaan publik”, pungkasnya.

(NW)

Related Posts

Beli Nasi Kuning Diduga Tak Dibayar, Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan Satu Orang

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniJAKARTA| centralberitarakyat.com   – Bentrokan berdarah antara warga dengan sekelompok orang di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), berujung tragis. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia,…

Baca selengkapnya

Jaga Kondusivitas Kawasan Industri Karawang, Kapolda Jabar Gandeng Ormas dan LSM

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniBandung| centralberitarakyat.com  – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., memimpin Rapat Koordinasi dalam rangka menjaga kondusivitas kawasan industri di Kabupaten Karawang bersama perwakilan organisasi…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

  • By Nawawi
  • Juli 6, 2026
  • 43 views
Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

  • By Nawawi
  • Juni 22, 2026
  • 60 views
Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

  • By Nawawi
  • Juni 18, 2026
  • 66 views
Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 85 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 135 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 248 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah