Bagikan Berita/artikel ini
DEPOK| centralberitarakyat.com – Musim kemarau mulai membawa dampak bagi sebagian masyarakat di wilayah RW 16, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Sejumlah warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah sumber air di rumah mereka debitnya menurun, bahkan ada yang mengering.
Kondisi tersebut mendorong Ketua RW 16, Subandi, mengambil langkah swadaya dengan menyediakan sumber air alternatif melalui penggalian sumur untuk membantu warga yang membutuhkan.
Menurut Subandi, keberadaan sumur tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kemarau yang mulai dirasakan warga.
“Musim kemarau ini membuat sebagian masyarakat mengalami kekurangan air. Karena itu, saya berusaha membuat sumur untuk membantu warga yang membutuhkan air. Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup tinggi,” ujar Subandi, Kamis (10/9/2026).
Sumur yang telah tersedia kini dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan air warga, khususnya masyarakat di RT 01 dan RT 03 RW 16. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air dapat memanfaatkan sumber air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Subandi menegaskan, langkah tersebut dilakukan secara mandiri dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Kalau ada warga yang membutuhkan air, sebisa mungkin saya bantu melalui sumur yang kita gali ini. Tujuannya agar masyarakat RW 16 yang kekurangan air bisa sedikit terbantu,” katanya.
Saat ini, terdapat satu titik sumur yang dimanfaatkan sebagai sumber air bagi warga. Meski masih terbatas, keberadaan fasilitas tersebut dinilai cukup membantu masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
“Alhamdulillah, dengan adanya sumur ini saya bisa membantu masyarakat. Selama masih mampu dilakukan secara swadaya, kami akan terus berusaha membantu warga yang membutuhkan air,” tutur Subandi.
Berharap Pemerintah Turun Tangan
Di tengah upaya swadaya tersebut, Subandi berharap persoalan ketersediaan air bersih di wilayahnya juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Depok maupun instansi terkait.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kondisi sumber air warga semakin menurun.
Ia berharap pemerintah dapat membantu menyediakan sarana dan prasarana air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama di wilayah yang rawan mengalami kekurangan air.
“Mudah-mudahan ke depan ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, khususnya untuk sarana air bersih. Untuk sementara, sebisa mungkin saya membantu masyarakat RW 16 melalui sumur yang ada,” pungkasnya.
Upaya yang dilakukan RW 16 Cimpaeun tersebut menjadi gambaran kepedulian masyarakat di tingkat lingkungan dalam menghadapi dampak musim kemarau. Di tengah keterbatasan fasilitas, inisiatif swadaya diharapkan mampu menjadi solusi sementara sekaligus meringankan beban warga yang membutuhkan akses air bersih.
(NW)