Bagikan Berita/artikel ini
Nasional – Setiap orang tua tentu menginginkan anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bijaksana, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Namun, di era digital yang serba cepat, anak-anak semakin mudah terpapar berbagai pengaruh negatif, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan berisiko, hingga kecanduan teknologi.

Tidak sedikit anak yang akhirnya terseret lingkungan yang kurang sehat. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang berada di dua titik ekstrem, yakni kurangnya perhatian atau justru perhatian yang berlebihan (over-parenting).

Ketika anak merasa kurang diperhatikan, mereka cenderung mencari pengakuan dan kenyamanan di luar lingkungan keluarga. Sebaliknya, pengawasan yang terlalu ketat dapat membuat anak merasa kehilangan ruang untuk berkembang sehingga memicu keinginan untuk memberontak atau mencari pelarian.

Karena itu, membangun kesadaran diri menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan anak menghadapi berbagai pengaruh negatif. Pendekatan ini akan lebih efektif apabila dilakukan dengan memahami karakter, potensi, dan kebutuhan unik yang dimiliki setiap anak, sehingga pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara BATTRA Anti Narkotika Indonesia dan Indigenous Kesadaran Nusantara dalam kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Program edukasi ini telah dilaksanakan di SMK HS Agung pada Senin, 27 Juli 2026, serta SMPIT Patriot pada Kamis, 30 Juli 2026, di Kabupaten Bekasi.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, para peserta juga diajak mengenali potensi diri melalui kegiatan pengenalan blueprint diri dan pemetaan kepribadian menggunakan pendekatan True Color. Melalui proses pendampingan tersebut, siswa diajak memahami karakter, gaya respons, serta potensi yang dimiliki sebagai bekal untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, upaya melindungi anak dari pengaruh buruk tidak cukup hanya dengan aturan dan larangan. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran, kepercayaan diri, dan kemampuan mengenali potensi diri sehingga mereka mampu menjaga dirinya sendiri.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan lahir generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki ketahanan diri yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan tanpa kehilangan jati dirinya.
Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ., C. FTAX