Bagikan Berita/artikel ini
Bandung| centralberitarakyat.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat menegaskan bahwa simulasi taktis menjadi tahapan wajib dalam persiapan pengamanan Piala Presiden 2026. Simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami prosedur, pembagian tugas, serta pola koordinasi sebelum bertugas di lapangan.
Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya memastikan pengamanan berjalan sesuai rencana dan standar operasional yang telah disepakati.
“Ini memang wajib kita lakukan supaya para pelaksana di lapangan paham terkait bagaimana mereka harus bertindak dan bagaimana posisi masing-masing. Karena kegiatan ini harus benar-benar bisa terlaksana sesuai jadwal dan juga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” kata Teddy usai kegiatan, Jumat (24/7/2026).
Menurut Teddy, simulasi menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antarpersonel sekaligus menguji kesiapan teknis sebelum pelaksanaan pertandingan. Dengan demikian, setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi melalui langkah yang cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Ia menegaskan, keberhasilan pengamanan Piala Presiden tidak semata diukur dari kelancaran jalannya pertandingan. Lebih jauh, pelaksanaan operasi pengamanan juga menjadi tolok ukur profesionalisme aparat dalam menjaga agenda olahraga nasional.
“Keberhasilan pengamanan ini bukan sekadar kelancaran pertandingan, melainkan pertaruhan kepercayaan publik,” ujar Teddy.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat menyiapkan sekitar 1.500 personel dengan pola pengamanan tiga lapis yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta panitia penyelenggara. Skema tersebut diharapkan mampu menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh pihak selama berlangsungnya turnamen pramusim tersebut.
(FH)