Bagikan Berita/artikel ini
Depok| centralberitarakyat.com – Upaya mempercepat penanganan infrastruktur di lingkungan pendidikan mulai menunjukkan hasil. Pembangunan turap penahan tanah di SDN Tapos 5, Kecamatan Tapos, Kota Depok, resmi dimulai sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kota Depok, Nuryuliani.
Pembangunan turap tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor dan pergerakan tanah yang selama ini mengancam lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan bagi para siswa, guru, serta tenaga kependidikan dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.
Sebagai bentuk komitmennya, Nuryuliani turun langsung meninjau progres pembangunan di lokasi. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan serta menjadi solusi awal terhadap persoalan yang telah lama dikeluhkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, hasil advokasi yang kami lakukan akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kota Depok. Saat ini pembangunan turap sudah mulai dilaksanakan sebagai langkah mencegah longsor dan pergerakan tanah yang berpotensi membahayakan lingkungan sekolah,” ujarnya, Jumat (3/7).
Menurutnya, pembangunan turap menjadi kebutuhan mendesak karena kontur tanah di sekitar SDN Tapos 5 memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Kehadiran konstruksi penahan tanah tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan dan menciptakan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.
Namun demikian, Nuryuliani menegaskan bahwa pembangunan turap bukanlah akhir dari perjuangan. Dari hasil peninjauan di lapangan, ia masih menemukan sejumlah bagian bangunan sekolah yang mengalami keretakan dan memerlukan penanganan segera.
“Dari hasil peninjauan, masih terdapat bangunan sekolah yang kondisinya retak-retak dan cukup mengkhawatirkan. Ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut keselamatan anak-anak saat mengikuti proses pembelajaran,” katanya.
Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Depok segera memasukkan renovasi gedung SDN Tapos 5 ke dalam program prioritas pembangunan. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak dan aman merupakan hak setiap peserta didik.
“Setelah pembangunan turap ini selesai, saya akan terus mengawal proses selanjutnya, yaitu renovasi bangunan sekolah. Keselamatan dan kenyamanan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan justru membahayakan siswa maupun tenaga pendidik,” tegasnya.
Selain itu, Nuryuliani mengajak pemerintah daerah, dinas terkait, pihak sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses pembangunan agar berjalan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat jangka panjang.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kota Depok agar seluruh anak dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas.
Dengan dimulainya pembangunan turap di SDN Tapos 5, diharapkan risiko bencana akibat longsor dapat diminimalkan. Sementara itu, harapan besar kini tertuju pada segera terealisasinya renovasi gedung sekolah yang mengalami kerusakan, sehingga seluruh warga sekolah dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan lebih aman dan nyaman.
(NW)