Bagikan Berita/artikel ini
Yogyakarta| centralberitarakyat.com – Situasi di depan kantor Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) memanas pada Selasa malam (24/2/2026). Aksi penyampaian pendapat yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh setelah terjadi dorong-dorongan antara massa dan aparat di gerbang utama sekitar pukul 20.30 WIB.
Ketegangan memuncak ketika pagar bagian depan dilaporkan roboh di tengah desakan massa. Suara letusan yang diduga berasal dari petasan terdengar beberapa kali dari arah kerumunan, memicu kepanikan dan membuat situasi semakin tidak terkendali.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung melakukan langkah pengamanan untuk mencegah kericuhan meluas. Aparat membentuk barikade dan berupaya membubarkan massa secara persuasif agar kondisi kembali stabil.
Dalam peristiwa tersebut, tiga mahasiswa sempat diamankan untuk dimintai keterangan. Pihak kepolisian menyatakan, setelah dilakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak kampus, ketiganya telah dipulangkan dan diserahkan kepada institusi pendidikan masing-masing.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait isu yang tengah menjadi perhatian publik. Massa mendesak agar proses penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Menjelang pukul 23.00 WIB, situasi di sekitar Mapolda DIY berangsur kondusif. Arus lalu lintas yang sempat tersendat kembali normal, meski aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan aksi.
Peristiwa ini menjadi cerminan dinamika demokrasi di ruang publik. Kebebasan berpendapat dijamin undang-undang, namun pelaksanaannya tetap diharapkan menjunjung tinggi ketertiban, keamanan, dan keselamatan bersama.
(Fakih)