Bagikan Berita/artikel ini
DEPOK| centralberitarakyat.com – Pembangunan infrastruktur lingkungan di wilayah RW 13, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, mulai direalisasikan. Salah satunya melalui peletakan U-Ditch perdana yang menjadi bagian dari program kegiatan Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat.
Peletakan U-Ditch tersebut dilakukan oleh Lurah Tapos, H. Hidayat, pada Senin (31/8/2026). Kegiatan itu turut disaksikan unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk Ketua RW, para Ketua RT, Ketua LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.
H. Hidayat mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Dana RW sebesar Rp300 juta yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan di lingkungan masyarakat.
“Ini tentunya merupakan kegiatan dari Dana RW Rp300 juta. Kami mengucapkan terima kasih kepada para RT, RW, H. Rohim selaku Ketua LPM Kelurahan Tapos, serta seluruh warga yang telah ikut menyerap dan mendukung kegiatan ini,” ujar Hidayat.
Menurutnya, program Dana RW diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana lingkungan.
Ia berharap berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Mudah-mudahan apa yang telah diprogramkan oleh Wali Kota Depok melalui Dana RW Rp300 juta ini dapat dinikmati dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 13, Wawan, menjelaskan bahwa peletakan U-Ditch perdana tersebut menjadi langkah awal pembangunan saluran drainase di wilayahnya.
Menurut Wawan, pembangunan drainase menjadi kebutuhan penting mengingat tingginya volume air yang mengalir dari arah Jalan Raya menuju lingkungan warga.

“Kegiatan Pokmas di RW 13 ini ditandai dengan peletakan U-Ditch perdana yang disaksikan langsung oleh Lurah Tapos H. Hidayat, Kasi Pemerintahan, RW, RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat,” jelas Wawan, Kamis (3/9/2026).
Ia berharap keberadaan saluran U-Ditch mampu mengatasi persoalan aliran air yang selama ini menjadi perhatian warga.
Dengan sistem drainase yang lebih tertata, aliran air dari kawasan jalan utama diharapkan dapat diarahkan dengan baik sehingga tidak mengganggu aktivitas maupun kondisi lingkungan permukiman.
Wawan menambahkan, masyarakat menyambut positif pembangunan tersebut. Selain membantu mengatur jalur air, keberadaan U-Ditch juga diharapkan membuat lingkungan RW 13 menjadi lebih tertata dan rapi.
“Alhamdulillah, warga menyambut baik adanya pembangunan U-Ditch ini. Mudah-mudahan lingkungan menjadi lebih tertata, rapi, dan jalur air juga bisa lebih teratur,” ungkapnya.
Tak berhenti pada pembangunan drainase, RW 13 juga mendapatkan program pengaspalan lingkungan. Wawan menyebut, proses pengukuran oleh pihak konsultan telah dilakukan dan masyarakat kini tinggal menunggu tahap realisasi.
“Selain U-Ditch, RW 13 juga mendapatkan kegiatan pengaspalan. Baru saja dilakukan pengukuran oleh pihak konsultan. Mudah-mudahan pelaksanaannya dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.
(NW)