Bagikan Berita/artikel ini
DEPOK| centralberitarakyat.com – Stadion Mini Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, dipenuhi semangat, keceriaan, dan sportivitas para pelajar, Sabtu (22/8/2026). Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kecamatan Tapos ambil bagian dalam Seleksi Lomba Olahraga Tradisional yang digelar sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus menjaring bibit-bibit atlet sejak usia dini.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tapos bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Depok.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan semakin beragamnya pilihan olahraga modern, perlombaan ini menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.
Bukan sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan seleksi bagi para pelajar yang memiliki potensi untuk dipersiapkan mengikuti kejuaraan pada jenjang yang lebih tinggi.
Sejumlah unsur turut hadir memberikan dukungan, di antaranya jajaran Muspika Kecamatan Tapos, pengurus PGRI Tapos, perwakilan KORMI Kota Depok, serta jajaran PORTINA Kota Depok yang dipimpin langsung Ketua PORTINA Kota Depok, H. Irfan Januar, S.Psi., M.Si.
Dalam sambutannya, H. Irfan Januar yang akrab disapa Bang Haji Irfan menegaskan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan warisan masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas dan budaya bangsa yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Ini identitas kita. Sejak dini harus kita tanamkan kepada anak-anak. Selain sebagai sarana olahraga yang menyehatkan, olahraga tradisional juga mengandung filosofi-filosofi baik yang merupakan warisan leluhur kita,” ujarnya.»
Menurutnya, di balik setiap permainan dan olahraga tradisional terdapat nilai-nilai positif yang sangat penting bagi pembentukan karakter generasi muda. Mulai dari semangat kebersamaan, kerja sama, keberanian, sportivitas, hingga penghargaan terhadap kearifan lokal.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak membiarkan olahraga tradisional perlahan terpinggirkan oleh perkembangan zaman.
“Olahraga tradisional jangan sampai hilang ditelan zaman. Ini merupakan bagian dari identitas kita yang harus terus dikenalkan dan dilestarikan,” tegasnya.»
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana Stadion Mini Sukatani tampak hidup. Para peserta dengan penuh antusias mengikuti setiap perlombaan, sementara dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat menambah semarak jalannya seleksi.
Keceriaan anak-anak yang bertanding menjadi gambaran bahwa olahraga tradisional tetap relevan dan mampu menjadi media pendidikan yang menyenangkan. Selain mengasah kemampuan fisik, berbagai permainan tradisional juga mendorong peserta untuk membangun interaksi sosial, belajar bekerja sama, berani menghadapi tantangan, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Bagi PORTINA Kota Depok, kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam menemukan dan mengembangkan potensi atlet-atlet muda. Dari ajang seperti inilah diharapkan lahir generasi baru yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa.
Menariknya, kemeriahan kegiatan tidak hanya datang dari arena pertandingan. Seleksi olahraga tradisional tersebut juga diramaikan dengan kehadiran bazar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kehadiran UMKM memberikan warna tersendiri dan menarik perhatian para peserta maupun masyarakat yang hadir. Aktivitas tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dengan memadukan unsur pendidikan, olahraga, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, Stadion Mini Sukatani pada hari itu bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lebih dari itu, stadion tersebut menjelma menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan semangat generasi muda, dunia pendidikan, pelestarian budaya, olahraga, dan UMKM.
Seleksi Lomba Olahraga Tradisional tingkat SD se-Kecamatan Tapos pun meninggalkan pesan kuat: warisan budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dimainkan, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui olahraga tradisional, anak-anak diajak untuk hidup sehat, bermain dengan gembira, menjunjung sportivitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus bangga terhadap identitas dan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
(NW)