Bagikan Berita/artikel ini
DEPOK| centralberitarakyat.com – Semangat, prestasi, dan kepedulian terhadap sesama menjadi modal utama yang mengantarkan Haura Chaynaia, siswi SMP Negeri 11 Depok, melangkah ke ajang bergengsi Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026. Di usianya yang masih muda, Haura membuktikan bahwa pelajar tidak hanya dituntut unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi generasi sebaya.
Mewakili Puteri Pelajar Jawa Barat 4, Haura hadir membawa misi yang lebih besar dari sekadar meraih gelar. Ia ingin mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini, terutama mengenai kepercayaan diri dan kesehatan mental di tengah derasnya pengaruh media sosial.
Menurutnya, banyak pelajar saat ini menghadapi tekanan sosial yang membuat mereka kerap membandingkan diri dengan orang lain hingga kehilangan rasa percaya diri. Karena itu, melalui ajang nasional tersebut, Haura bertekad menyuarakan pentingnya menerima diri sendiri dan menghargai setiap proses kehidupan.
“Ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk berkembang, menyampaikan gagasan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Haura saat ditemui, Minggu (7/6/2026).
Membawa Program “Ruang Tanpa Banding”
Keseriusannya mengikuti kompetisi nasional ini ditunjukkan melalui berbagai persiapan yang telah dilakukan. Haura aktif mengikuti pelatihan public speaking, memperdalam wawasan kebangsaan dan pendidikan, serta membangun personal branding yang positif.
Tak hanya itu, ia juga mengembangkan program advokasi bertajuk “Ruang Tanpa Banding”, sebuah inisiatif yang mengajak pelajar untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan lebih fokus pada pengembangan potensi diri masing-masing.
Program tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap fenomena yang banyak dialami generasi muda di era digital, di mana standar keberhasilan sering kali diukur dari pencapaian orang lain.
“Setiap pelajar memiliki perjalanan dan potensi yang berbeda. Saya ingin mengajak teman-teman untuk lebih menghargai proses dan tidak terjebak dalam budaya perbandingan,” tuturnya.
Menjaga Prestasi Akademik dan Aktivitas Organisasi
Di balik persiapannya menuju panggung nasional, Haura juga harus menghadapi tantangan besar, yakni menjaga keseimbangan antara pendidikan dan berbagai aktivitas pengembangan diri.
Sebagai seorang pelajar, ia tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama. Namun, di saat yang sama, ia juga harus menjalani berbagai rangkaian pembinaan dan persiapan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.
Menurut Haura, kemampuan mengatur waktu, menjaga disiplin, serta konsisten terhadap komitmen menjadi kunci untuk melewati seluruh proses tersebut.
“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa manajemen waktu dan komitmen adalah bekal penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” katanya.
Ingin Jadi Agen Perubahan
Lebih dari sekadar mengejar prestasi pribadi, Haura memiliki harapan besar untuk membawa nama baik Kota Depok dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Ia juga ingin membuktikan bahwa pelajar mampu menjadi motor perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat, integritas, dan kepedulian sosial yang dimilikinya, Haura optimistis dapat memberikan penampilan terbaik dalam ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026.
“Saya ingin menunjukkan bahwa pelajar memiliki potensi luar biasa untuk berprestasi sekaligus berkontribusi bagi lingkungan. Generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga agen perubahan yang bisa mulai bergerak dari sekarang,” pungkasnya.
Keikutsertaan Haura Chaynaia menjadi bukti bahwa pelajar Kota Depok terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki visi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap isu-isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
(NW)