Bagikan Berita/artikel ini
CIBINONG, Kabupaten Bogor| centralberitarakyat.com – Dugaan peredaran obat keras jenis tramadol di sebuah ruko di kawasan Jalan Raya Tapos kembali menjadi perhatian warga. Isu ini mencuat setelah seorang pria berinisial R, yang disebut-sebut sebagai penjual, mengklaim aktivitasnya telah “aman” karena sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Keterangan tersebut beredar di tengah masyarakat dan memantik keresahan. Sejumlah warga mengaku mendengar langsung pernyataan R yang menyebut telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, baik di tingkat polsek maupun polres.
“Dia bilang sudah koordinasi, jadi tidak ada masalah,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Aktivitas Disebut Berlangsung Rutin
Menurut pantauan warga sekitar, aktivitas di ruko tersebut berlangsung hampir setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Pembeli disebut datang silih berganti, menimbulkan kecurigaan adanya transaksi obat keras tanpa izin resmi.
Situasi ini semakin mengundang perhatian karena terjadi menjelang bulan Ramadan, saat masyarakat berharap lingkungan tetap aman dan terbebas dari potensi penyalahgunaan obat-obatan.
Wilayah tersebut berada dalam pengawasan Polsek Cibinong dan Polres Bogor. Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait klaim yang disampaikan oleh R.
Desakan Klarifikasi Terbuka
Mencuatnya klaim “koordinasi dengan aparat” membawa kasus ini ke fase baru. Publik kini tidak hanya menyoroti dugaan peredaran tramadol, tetapi juga mempertanyakan kebenaran pernyataan tersebut. Masyarakat meminta klarifikasi resmi untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan nama institusi penegak hukum.
Ketua BPI Bogor Raya, Rizwan Riswanto, menegaskan bahwa aparat harus bersikap transparan dan tegas.
“Jika memang ada pelanggaran, tentu harus diproses sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu. Namun jika klaim itu tidak benar, perlu ada klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan liar yang merugikan institusi maupun masyarakat,” ujarnya.
Menanti Sikap Resmi Aparat
Tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. Masyarakat kini menunggu langkah konkret dan terbuka dari aparat penegak hukum untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan penegakan hukum berjalan profesional dan berkeadilan.
(Fakih/Red)