Bagikan Berita/artikel ini
centralberitarakyat.com, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tidak akan membiarkan warga yang rumah atau tempat usahanya terdampak proyek revitalisasi Situ Ciburuy terlantar. Sebagai solusi sementara, Pemprov Jabar akan menyewakan rumah kontrakan selama satu tahun bagi keluarga yang bangunannya dibongkar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan ini merupakan langkah transisi sebelum dicarikan solusi permanen berupa lahan baru.
“Beri saya waktu untuk mencari jalan keluar terbaik. Sementara ini, warga kami fasilitasi kontrakan rumah selama setahun,” kata Dedi di Bandung, Senin (22/9).
12 Keluarga Terdampak
Berdasarkan data dari RT setempat, ada sekitar 12 keluarga yang terdampak langsung pembongkaran. Pemprov berkomitmen menanggung biaya kontrakan mereka hingga satu tahun penuh.
“Selain kontrakan, ke depan kami akan mencari lokasi yang benar-benar permanen bagi warga,” tambah Dedi.
Alasan Revitalisasi
Revitalisasi kawasan Situ Ciburuy dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis danau sekaligus meningkatkan kapasitas daya tampung air. Situ yang semestinya memiliki luas genangan 25 hektare, saat ini hanya berfungsi sekitar 15 hektare akibat sedimentasi dan alih fungsi lahan.
“Situ ini akan dikembalikan ke fungsi awalnya, baik sebagai penyangga air maupun kawasan wisata. Kami berterima kasih kepada warga yang bersedia bangunannya dibongkar demi kepentingan bersama,” ujar Dedi.
Dukungan dan Harapan Warga
Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah, menyampaikan bahwa warga terdampak umumnya sudah menerima kebijakan tersebut. Namun, mereka tetap berharap adanya perhatian tambahan dari pemerintah terkait biaya pindahan.
“Intinya masyarakat mendukung program ini, hanya mereka berharap ada keringanan untuk ongkos kepindahan,” jelasnya.
Normalisasi dan Pengembangan Wisata
Kepala Dinas Sumber Daya Air Jabar, Dikky Ahmad Sidik, menuturkan bahwa selain pembongkaran bangunan, pihaknya juga akan melakukan pengerukan sedimentasi. Langkah ini untuk mengembalikan daya tampung air sekaligus menjadikan Situ Ciburuy destinasi wisata unggulan di Bandung Barat.
“Harapannya, setelah normalisasi selesai, kawasan ini tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi melalui pariwisata,” kata Dikky.
Revitalisasi Situ Ciburuy menjadi momentum penting untuk menyeimbangkan fungsi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Meski ada tantangan, pemerintah berjanji memastikan warga terdampak tetap terlindungi hak-haknya.
(NW)