Jembatan Gantung Garuda di Mamasa, Bukti Negara Menjangkau Pelosok Negeri

Bagikan Berita/artikel ini

Mamasa| centralberitarakyat.com  – Langit biru menaungi Dusun Betteng, Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, saat sebuah harapan baru akhirnya membentang di atas aliran sungai yang selama bertahun-tahun menjadi pemisah kehidupan warga. Minggu (10/5/2026),

Jembatan Gantung Garuda resmi berdiri kokoh, menjadi simbol hadirnya negara di pelosok negeri. Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar penghubung dua tebing namun jalan kehidupan.

Selama bertahun-tahun warga harus mempertaruhkan keselamatan demi menyeberangi sungai menggunakan bambu dan tali seadanya.

Saat musim hujan tiba, arus deras menjadi ancaman yang tak jarang membuat warga memilih bertahan di rumah daripada mengambil risiko.

Anak-anak tetap nekat berangkat sekolah, para petani membawa hasil kebun dengan rasa waswas, sementara warga yang sakit harus berjibaku melawan derasnya sungai demi mencapai layanan kesehatan.

“Hujan deras sekalipun, anak-anak kami nekat menyeberang. Kini kami bisa bernapas lega,” ujar Kepala Desa Tadisi dengan mata berkaca-kaca.

Kini semuanya berubah. Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,2 meter itu menjadi jawaban atas kerinduan panjang masyarakat akan akses yang aman dan layak. Di balik berdirinya jembatan tersebut, tersimpan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat yang bahu-membahu menaklukkan medan terjal khas pegunungan Mamasa.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda dilaksanakan oleh Kodim 1428/Mamasa sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terpencil.

Komandan Kodim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan nyata rakyat.

“Bapak Presiden Prabowo menekankan agar TNI hadir menyelesaikan persoalan riil rakyat. Kami langsung turun tangan, berkolaborasi dengan masyarakat, dan membangun jembatan ini dengan gotong royong,” tegasnya.

Perjalanan pembangunan tidak mudah. Material harus melewati jalur sulit, tenaga ekstra dikerahkan, dan cuaca pegunungan kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat kebersamaan tak pernah surut. Warga ikut membantu mengangkut bahan, membuka jalur, hingga mendukung proses pembangunan sejak awal.

Kepala Desa Tadisi, Paulus, tak mampu menyembunyikan harunya saat melihat jembatan itu akhirnya dapat digunakan masyarakat.

“Kami sering merasa terisolasi. Tapi sekarang, negara benar-benar hadir. Jembatan ini seperti uluran tangan Pak Presiden Prabowo untuk kami di kampung terpencil,” ungkapnya lirih.

Kini akses menuju puskesmas, sekolah, dan pasar menjadi lebih mudah. Hasil perkebunan kopi dan cengkih yang selama ini sulit dibawa keluar desa, kini dapat diangkut dengan aman dan cepat.

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Dusun Betteng.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, Jembatan Gantung Garuda menjadi lambang kepedulian negara terhadap masyarakat di wilayah terpencil. Sebuah bukti bahwa pembangunan tidak hanya hadir di kota-kota besar, tetapi juga menyentuh masyarakat di lereng pegunungan Mamasa.

“Mamasa bukan daerah terlupakan lagi. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat mewakili negara,” pungkas Dandim 1428/Mamasa.
(NW)

Related Posts

Rahmad Sukendar Desak KPK Periksa Menteri ATR/BPN, Kasus Suap HGB Summarecon Harus Diusut Tuntas

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniJAKARTA| centralberitarakyat.com   – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap konstruksi perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor yang menyeret Presiden Direktur PT Summarecon Agung…

Baca selengkapnya

Kabupaten Bogor “Darurat Integritas”: Setelah Diguncang Kasus Beruntun, BPN Kini Dikabarkan Kena OTT KPK

Bagikan Berita/artikel ini

Bagikan Berita/artikel iniCIBINONG| centralberitarakyat.com   – Wilayah Bumi Tegar Beriman kembali menjadi sorotan tajam publik seiring merebaknya kabar Operasi Tangkap Tangani (OTT) yang dilancarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jabodetabek

Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

  • By Nawawi
  • Juli 6, 2026
  • 85 views
Wujudkan Kepedulian dan Transparansi, Katar RW 01 Mekarjaya Bagikan Santunan ke Puluhan Anak Yatim dan Disabilitas

Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

  • By Nawawi
  • Juni 22, 2026
  • 102 views
Semarak 1 Muharram 1448 H, Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai di Masjid Merah Depok

Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

  • By Nawawi
  • Juni 18, 2026
  • 108 views
Bersihkan Lingkungan & Kendalikan Sampah, RW 01 Mekarjaya Usulkan Pengembangan Bank Sampah

Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

  • By Nawawi
  • Mei 30, 2026
  • 131 views
Di Usia 60 Tahun, Ahmad Seru Tetap Menjual Kopi Keliling Demi Istri yang Stroke dan Tiga Anak

Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

  • By Nawawi
  • Mei 22, 2026
  • 164 views
Waspada Modus Kejahatan Saat Listrik Padam, Warga Diminta Tetap Tenang dan Tidak Panik

Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah

  • By Nawawi
  • April 6, 2026
  • 300 views
Nahari Resmi Jabat Ketua RT 03/10 Sukatani, Siap Benahi Lingkungan dan Atasi Persoalan Sampah